Sambas (Antara Kalbar) - Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas menggelar sosialisasi terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), Ujian Sekolah (US), Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) kepada sejumlah murid SMP 3 Parit Baru Salatiga.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Sambas, Hermizan, di Sambas, Kamis mengatakan, sistem pendidikan di tahun 2017 sekarang ini terdapat perbedaan dengan pelaksanaan pada tahun 2016 lalu. Dicontohkan dia, tahun lalu, urusan bidang pembinaan sekolah menengah atas dan Kejuruan masih berada pada kewenangan pemerintah kabupaten.

"Namun sekarang ini sudah menjadi urusan pemerintah provinsi. Tetapi yang ikut ujian adalah anak-anak kita juga. Sehingga menjadi penting untuk menjadi perhatian kita semua untuk perduli terhadap keberhasilan anak-anak kita melaluinya," ujarnya.

Dilihat dari istilah yang digunakan, lanjut Hermizan, tahun 2017 sangat bervariasi.

"Melalui sosialisasi ini, kita mengharapkan para kepala sekolah, guru maupun tenaga kependidikan lainnya turut mensosialisasikan pemahaman yang benar seputar pelaksanaan ujian nantinya. Kita harapkan dengan pemahaman yang benar dari masyarakat kita, akan menghasilkan partisipasi yang besar terhadap kelulusan anak siswa didik kita nantinya," kata dia.

Hal yang sama ditegaskan Wakil Bupati Sambas, Hairiah yang membuka langsung kegiatan sosialisasi untuk empat kecamatan, seperti Kecamatan Selakau, Selakau Timur, Salatiga dan Pemangkat. Semua komponen harus terlibat langsung menyukseskan sosialisasi dan pelaksanaan ujian ke depannya.

"Penyelenggaraan keramaian saya imbau sudah seharusnya kita bijak dari sekarang agar anak-anak kita bisa fokus untuk belajar," tutur dia.

Kepedulian orang tua jelas Hairiah sangat penting, dia contohkan, para orang tua harus mengetahui pasti apa yang menjadi kegiatan anak-anaknya baik selama jam belajar maupun diluar jam belajar. Pengawasan menurut dia sudah harus diperketat pada lingkungan terkecil yakni keluarga.

"Kita selaku orang tua mereka, saya ajak untuk lebih peduli lagi terhadap aktivitas anak-anak kita diluar rumah, jangan sampai banyak waktu terbuang percuma sehingga mereka tidak fokus belajar," tutur dia.

Dia percaya, para kepala sekolah, guru maupun tenaga kependidikan lainnya, termasuk pemangku kepentingan di masyarakat sudah mempunyai pengalaman terdahulu bagaimana menyukseskan ujian ke depannya. Oleh karena itu, dia minta apa yang telah dilakukan dengan baik dan menghasilkan prestasi baik di tahapan lalu, agar tetap dilanjutkan.

"Tugas kita sekarang ini adalah memperbaiki yang belum maksimal pada pelaksanaan yang lalu, bagaimana agar hasilnya benar-benar bisa meningkat dan lebih maksimal lagi," harap dia.

(KR-DDI/N005)

Pewarta: Dedi

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017