Pontianak (Antara Kalbar) - Direktur Utama Bank Kalbar, Syamsir Ismail mengatakan saat ini pihaknya dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI telah menjalin kerja sama dalam hal pengelolaan kas negara.

"Kerja sama yang dibangun tersebut saat ini tengah kita sosialisasikan dengan berbagai pihak. Ada empat poin penting kerja samanya," ujarnya saat melakukan sosialisasi potensi bank umum/ daerah dalam pengelolaan kas negara di Pontianak, jumat.

Syamsir memaparkan keempat isi perjanjian kerja sama tersebut meliputi; pertama, pengelolaan rekening pemerintah milik kementerian negara, lembaga, satuan kerja yang ke semuanya yang ada bersumber dananya dari APBN.

Kedua, terkait pelaksanaan "treasury nasional pooling" rekening pemerintah milik kementerian negara, lembaga dan satuan kerja baik berupa penerimaan, pengeluaran dan rekening lainnya yang sumber danannya dari APBN.

Ketiga, terkait pelayanan perbankan sebagai bank persepsi yang melaksanakan sistem penerimaan negara secara elektronik dalam rangka pelaksanaan Treasury Single Account (TSA) penerimaan berupa penerimaan setoran pajak dan non pajak untuk disetorkan ke kas negara.

Keempat, Bank Kalbar juga sudah bisa menyalurkan gaji PNS dari prajurit TNI, anggota Polri secara terpusat yang interkoneksi sistem perbendaharaan dan anggaran negara untuk gaji pembayaran gaji pegawai yang sumber dananya dari APBN.

"Saat ini juga kami sebenarnya juga sudah menyalurkan gaji PNS seluruh Kalbar yang sumber dananya dari APBD dan Pegawai Kemenag Kabupaten Sambas yang sumber dananya dari APBN," katanya.

Ia memaparkan bahwa untuk mendukung kegiatan operasional Bank Kalbar telah membuka 1 jaringan kantor pusat, 20 kantor cabang, 60 kantor cabang pembantu, 58 kantor kas dan 22 kas mobil serta 1 kantor cabang di Wilayah DKI Jakarta.

Pewarta: Dedi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017