Kuala Pembuang, Kalteng,  (Antara Kalbar) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mengimbau petani padi sawah menggunakan metode tanam sistem Hazton untuk meningkatkan produktivitas hasil panen.

         "Petani tidak usah ragu menggunakan metode tanam Hazton, karena di daerah lain sistem ini sudah terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 40 persen," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan Sugian Noor di Kuala Pembuang, Senin.

         Ia menjelaskan, tanam padi Hazton tersebut mirip dengan cara jajar legowo, namun bedanya metode Hazton mengandalkan benih berusia tua yaitu berumur sekitar 25-35 hari dengan mengubah pola jumlah tanam bibit padi yang semula tiga induk menjadi sekitar 20-30 benih per rumpun tanam.

         "Pada sistem Hazton penanaman dalam satu lubang menggunakan 20-30 benih dengan tujuan agar tanaman yang berada di tengah terjepit dan tidak beranak sehingga tanaman akan menjadi tanaman induk yang produktif," katanya.

         Kemudian, keunggulan lainnya, metode Hazton dapat menghasilkan produksi tinggi, mudah dalam penanaman,tanaman cepat beradaptasi/tidak stres setelah tanam, relatif tahan terhadap hama keong mas dan orong-orong, sedikit atau bahkan tidak ada penyulaman dan penyiangan, umur panen lebih cepat, mutu gabah tinggi dan prosentase beras pecah tergolong rendah.

         "Meski demikian, dalam pengembangan tehnik hazton ini, yang perlu diperhatikan para petani yakni saat penyemaian pada akar bibit jangan dicuci. Sebab kebiasaan para petani tanah pada akar bibit padi dibersihkan padahal itu justru membuat padi stres," katanya.

         Ia menambahkan, belum lama ini DKPP sudah mulai melakukan tanam perdana padi dengan menggunakan metode tanam Hazton pada lahan seluas 10 hektar di Desa Halimaung Jaya Kecamatan Seruyan Hilir.

         "Sistem Hazton ini akan terus kita kembangkan di sejumlah sentra pertanian padi lainnya seperti di daerah Mahang Desa Persil Raya Kecamatan Seruyan Hilir serta Desa Mekar Indah Kecamatan Seruyan Hilir Timur," katanya.

Pewarta:

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017