Pontianak (Antaranews Kalbar) - Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubunan RI, Arif Toha Tjahjagama melakukan kunjungan sekaligus peninjauan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Dwikora Pontianak.
   
"Peninjauan yang dilakukan ini untuk memastikan semua rencana operasi dan kesiapan semua pihak pada Natal dan Tahun berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya di Pontianak, Rabu.
   
Ia yang ditemani Kadishub Kalbar dan Pontianak, UPT Pelabuhan, TNI, Polri, Basarnas, BMKG melihat di lapangan bahwa sejauh ini berjalan dengan baik.
   
"Saya melihat rencana operasi sudah matang dan terencana dengan baik di lapangan. Kemudian saya liat di kapal juga sudah siap jauh hari sebelum berangkat. Sehingga pelayanan sampai tahun baru aman, nyaman dan tertib," papar dia.
   
Arif juga menambahkan bahwa adanya peningkatan dari volumen penumpang saat ini di Pontianak sudah terkendali dan tertangani dengan baik.
   
"Di sini seluruh pemangku kepentingan saat ini sudah sangat kompak. Buktinya tidak ada kejadian yang menonjol atau di luar keinginan kita bersama," katanya.
   
Pihaknya juga mengimbau masyarakat dalam melakukan perjalanan untuk memperhatikan rambu - rambu dan ketentuan yang ada. Sehingga setiap perjalanan dapat aman dan selamat sampai tujuan.
   
"Untuk keamanan dan keselamatan penumpang tidak terlepas dari peran masyarakat itu sendiri. Keselamtan bukan hanya tugas regulator dan operator namus semua pihak," katanya.
   
Pada kesempatan itu juga ia menyampaikan bahwa sepanjang 2018 di Kalbar tidak ada kejadian yang menonjol. Selama ini masih berjalan normal dan tertib.
   
Pemerintah menurutnya juga terus membangun infrastruktur di Provinsi Kalbar seperti Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah sebagai upaya untuk mendorong perekonomian masyarakat.
   
"Adanya Pelabuhan Kijing nanti juga bisa menekan biaya logistik atau biaya logistik lebih murah. Pelabuhan Kijing juga solusi terhadap kendala yang dihadapi pelabuhan sungai, Dwikora Pontianak yang dangkal. Meskipun setiap tahun kita terus memilihara arus pelabuhan tersebut," jelas dia.
   
Pada 2019 mendatang pemerintah katanya akan menambah 100 kapal baru untuk peritis, tol laut dan kapal operasi ternak untuk menjamin pelayanan.
   
"Kita tahu semua butuh proses dan kali ini kita terus berjalan sesuai koridornya untuk terus membangun dan memberikan pelayana terbaik," jelas dia.

 

Pewarta: Dedi

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018