Pontianak (Antaranews Kalbar) - Branch Manager BNI Pontianak Muhammad Farid Ma`rof mengatakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalbar pada 2019 di antaranya akan fokus menyasar sektor pertanian.

"Sebagaimana arahan penyaluran KUR, tahun ini diminta pemerintah untuk fokus juga menyasar sektor pertanian yang di dalamnya juga ada perikanan," ujarnya di Pontianak, Jumat.

Menurutnya sektor pertanian merupakan sektor yang juga potensial. Apalagi di Kalbar terutama pertanian padi, jagung dan lainnya cukup luas.

"Kita akan membuat klaster dalam penyaluran KUR. Dari segi wilayah untuk pertanian seperti di Sambas dan lainnya. Kita juga sudah membuat daerah target atau sasaran. Namun kita terbuka untuk petani daerah mana pun," jelas dia.

Dalam penyaluran KUR yang bunganya hanya 7 persen tersebut menurutnya tentu akan membantu petani dalam mengembangkan pertanian dan usaha taninya.

Dengan demikian akan berdampak pada produksi dan kesejahteraan petani itu sendiri.

"Kita tidak khawatir macet dengan pembayaran kredit tersebut. Sebab di bawah Rp25 juta yang tidak ada agunan tersebut dijamin asuransi juga," papar dia.

Ia menambahkan selain sektor pertanian, sektor industri pengolahan juga menjadi target. Dari dua hal fokus tersebut baik pertanian maupun industri di Kalbar bisa terdongkrak untuk terus semakin maju.

"Sektor industri juga diminta pemerintah untuk digarap. Kita juga akan menyasar hal itu," sebutnya.

Terkait kinerja penyaluran KUR 2018 lalu, pihaknya telah melampaui target yang ada yakni dengan realisasi mencapai 120 persen.

"Untuk tahun ini kita juga memiliki target yang sama dengan tahun sebelumnya. Untuk realisasi kita memiliki targat pada Juli atau Agustus 2019 penyaluran KUR sudah tercapai," jelas dia.

Pada penyaluran KUR 2018 lalu, sektor perdagangan masih mendominasi. Hal itu juga hampir sama dengan tahun - tahun sebelumnya.

"NPL kredit pada tahun lalu juga sangat terkendali. Kita terus memaksimalkan penyaluran KUR kita kepada masyarakat untuk modal kerja," kata dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019