Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meminta Pemerintah Kabupaten Sambas untuk bekerja keras meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia di kabupaten itu, mengingat hingga kini angkanya masih berada di bawah IPM Provinsi Kalbar.
"Apabila kita lihat kondisi IPM Kabupaten Sambas pada tahun 2017 sebesar 65,92 poin, masih berada dibawah IPM Provinsi," kata Sutarmidji, saat membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Sambas di Aula Kantor Bupati Sambas, Senin.
Dikatakannya, Pemprov Kalbar menargetkan menjadi 67,87 pada tahun 2020, dimana sampai dengan tahun 2017 Indeks Pembangunan Manusia Kalbar hanya 66,26. 
"Kami minta Kabupaten Sambas juga ikut bekerja keras untuk membuat dan melaksanakan kebijakan pembangunan yang mengarah kepada peningkatan IPM dari semua dimensi, baik itu dimensi pendidikan, kesehatan maupun perekonomian," tuturnya. 
Untuk membantu Kabupaten Sambas dalam peningkatan IPM, khususnya dimensi pendidikan, mulai tahun ini pihaknya akan menggratiskan pendidikan menengah baik itu SMA maupun SMK.
Pendidikan menengah gratis ini diharapkan dapat meningkatkan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah di Kalbar. Selain itu juga skema peningkatan kualitas pendidikan juga akan dilakukan melalui Pembangunan SMA dan SMK Unggulan di setiap kabupaten/kota. 
"Pembangunan SMA dan SMK unggulan ini diharapkan dapat memberikan pemerataan terhadap kualitas pendidikan di seluruh Kabupaten/ Kota di Kalbar," tuturnya.
Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera sebagaimana misi keempat pasangan Gubernur dan Wagub Kalbar melalui peningkatan perekonomian dan pengurangan kesenjangan. 
Untuk itu, juga meminta kepada Pemkab Sambas untuk mengejar ketertinggalan pada sektor pendidikannya, karena IPM nya masih rendah tapi sudah diatas rata-rata Pemprov Kalbar.
"Harus memacu lagi di sektor kesehatan, pendidikan dan infrastruktur," katanya.
 

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019