Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kerja Sama Antarlembaga, Fajar Riza Ul Haq mengatakan, perlu terus memperkuat literasi di kalangan generasi muda terutama remaja agar membantu menekan terjadinya berita hoaks.

Menurut dia di Pontianak, Kamis, untuk itu perlu terus dilakukan pelatihan-pelatihan yang dapat membekali para pelajar Indonesia lebih aktif dan kreatif dalam membuat video bagus, konten yang positif serta mampu mengubah cara pandang dalam menggunakan media sosial.

Salah satunya adalah Seminar mengenai Mading Talks dan Boot Camp yang juga inisiatif dari Maarif Institute untuk digelar di 10 kota di Indonesia, salah satunya Pontianak. Pelatihan dilakukan pada 15 - 16 Agustus yang diikuti 150 pelajar di Kalbar.

"Kami enyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kegiatan yang sangat mendukung kebijakan kementerian dalam hal gerakan literasi. Dan saya berharap supaya pelatihan ini bisa memperkuat gerakan literasi di kalangan generasi muda terutama remaja agar dapat membantu meminimalisir terjadinya berita hoax saat ini," ujarnya.
Ia melanjutkan, dalam survei untuk tahun ini, hampir lima puluh persen penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Tak hanya pemakai tapi juga menghasilkan kreator muda serta memanfaatkan media sosial untuk literasi digital.

Di tempat yang sama, salah satu anggota Cameo Project, Yosi Mokalu, juga mengutarakan bahwa kreator muda harus memiliki sifat peduli akan dirinya, keluarga, masyarakat, serta bagi bangsa dan negara.

"Dalam hal ini, generasi muda khususnya pelajar juga harus tahu seberapa artinya kita di lingkungan masyarakat. Kamu  harus memulai anggapan kalau dirimu itu penting, maka dari itu awali lah dengan peduli karena sebagai kreator muda kita harus menciptakan sesuatu sebagai tahap kepedulianmu  terhadap lingkungan sekitar," kata dia.

"Tak hanya sikap peduli yang perlu ditanamkan, pemikiran positif juga harus ada sebagai generasi muda dalam literasi digital, karena dengan itu kalian dapat menyalurkan sesuatu dan mendapatkan tanggapan yang positif kepada orang banyak," jelasnya.

 

Pewarta: Teguh/Nengsih (Magang)

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019