Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak, menyatakan titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat, Selasa, mulai mengalami penurunan dibanding satu hari sebelumnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak Erika Mardiyanti di Sungai Raya, Selasa, mengatakan bahwa titik panas yang terpantau dari Senin (19/8) pukul 07.00 WIB sampai Selasa pukul 07.00 WIB sebanyak 140 titik panas, dan paling banyak ada di Kabupaten Sanggau sebanyak 46 titik panas.

Kemudian disusul Kabupaten Ketapang sebanyak 20 titik panas, Kapuas Hulu 14 titik panas, Landak 11 titik panas, Sambas dan Mempawah masing-masing 10 titik panas, Sekadau dan Melawi masing-masing sembilan titik panas, Bengkayang lima titik panas, Kubu Raya empat titik panas; Sintang dua titik panas, sementara Kayong Utara, Kota Pontianak dan Singkawang tidak ditemukan titik panas.

Sebelumnya, Senin (19/8) terpantau sebanyak 404 titik panas, dan paling banyak ada di Kabupaten Ketapang (146) disusul Kabupaten Sanggau (81), Kubu Raya (65), Mempawah (29), Landak (22), dan Sintang (15).

Selain itu, ada enam titik panas di Kabupaten Kapuas Hulu, lima titik panas di Kabupaten Melawi, masing-masing tiga titik panas di Kabupaten Bengkayang dan Kota Pontianak, serta dua titik panas di Kabupaten Sambas. Sementara itu, di Kota Singkawang tidak ditemukan titik panas.

Sementara itu, BMKG Supadio Pontianak juga memprakirakan di sejumlah wilayah di Kalbar  masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/guntur dan angin kencang berdurasi singkat pada pukul 21.30 WIB, di antaranya di Kabupaten Sanggau, Landak,  Kubu Raya,  Kayong Utara, Sekadau, Ketapang dan Kapuas Hulu.

Kemudian sekitar pukul 23.30 WIB, hujan juga berpotensi terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, dan Kayong Utara.

Untuk ISPU (indeks standar pencemaran udara) berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Klimatologi Mempawah, Kalbar, secara umum kualitas udara mulai membaik, kemudian mulai pukul 09.00 WIB kualitas udara masuk dalam kategori sedang, demikian Erika Mardiyanti.
 

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019