Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melantik lima pejabat eselon dua dari hasil "Open Bidding" atau lelang jabatan untuk mengisi jabatan yang lowong maupun menggantikan pejabat yang telah memasuki masa pensiun di lingkungan Pemkot Pontianak.

"Saya berharap bapak ibu yang dilantik bisa mewujudkan visi misi yang dituangkan dalam RPJMD Kota Pontianak tahun 2019-2024 sehingga ada percepatan-percepatan target," kata Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Kamis.

Kelima pejabat Eselon Dua di lingkungan Pemkot Pontianak itu dilantik di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, yakni Titin Subakti sebagai Sekretaris DPRD Kota Pontianak, Kusyairi sebagai Staf Ahli Wali Kota Pontianak Bidang Pemerintahan dan SDM, Yaya Maulidia selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Yuli Trisna Ibrahim sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pontianak dan Syahdan menduduki jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak.

Edi menjelaskan, ada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum dilantik lantaran kepala dinas yang menduduki jabatan tersebut memasuki pensiun per Desember 2019 mendatang. OPD itu adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak, yang mana untuk melantik pejabat yang menggantikannya harus mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri.

Setelah resmi dilantik, Edi meminta para pejabat tersebut mulai bekerja dan melakukan inovasi-inovasi dengan menciptakan hal-hal baru yang belum pernah ada. Inovasi itu dilakukan untuk memudahkan dan mempercepat serta menyelesaikan berbagai persoalan kota yang dihadapi. "IT hanya sebagai alat tetapi mindset dan pola pikir itu yang harus dibangun," ucap dia.

Kepada jajaran pejabat di lingkungan Pemkot Pontianak, ia kembali menegaskan pentingnya sebuah inovasi sebagai langkah mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Dirinya juga meminta jajaran yang dipimpinnya untuk membuang aura-aura negatif dalam diri masing-masing maupun lingkungan. Aura negatif yang dimaksud orang nomor satu di Kota Pontianak ini adalah sifat yang selalu menganggap dirinya yang paling benar, sementara orang lain salah, selalu curiga, selalu negatif thinking, suudzon dan sifat negatif lainnya.

"Dalam sebuah organisasi ini kita bekerja secara tim. Kalau kita bekerja misalnya hanya mementingkan diri sendiri, saya yakin itu tidak akan berjalan dengan baik," tegas Edi.

Saat dirinya menghadiri rapat kerja nasional (rakernas) yang dihadiri oleh seluruh Forkopimda provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia di Bekasi baru-baru ini, arahan Presiden Joko Widodo pada saat rapat mengatakan bahwa saat ini negara Indonesia memasuki tahap tinggal landas, kabupaten/kota sangat berpengaruh pada kebijakan pemerintah pusat.

"Seiring dengan pertumbuhan penduduk akan berdampak terhadap faktor internal dan faktor eksternal terkait masalah dunia dan masalah nasional itu juga berpengaruh," katanya.

Selain itu, sambung Edi, Presiden dengan tegas menyampaikan agar seluruh daerah melakukan percepatan-percepatan terutama masalah perizinan. "Jangan lagi ada yang menghambat perizinan, hilangkan mindset-mindset mempersulit," katanya.

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019