Ikatan penulis Keluarga Berencana (IPKB) Kalbar bekerjasama dengan BKKBN Kalbar memberi pencerahan kepada para jurnalis yang tergabung dalam IPKB Kalbar. Kegiatan itu diikuti puluhan jurnalis dari media cetak, elektroni serta media online dan dihadiri langsung oleh Kaper BKKBN Kalbar, Kusmana.

"Kami menggelar sosialisasi tentang berbagai peraturan Perundang-Undangan yang berkaitan dengan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Itu adalah program dari BKKBN secara keseluruhan, " kata Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Kalbar, Teguh Imam Wibowo di Pontianak, Rabu.

Melalui kegiatan ini ujarnya, IPKB Kalbar berharap para jurnalis yang tergabung dalam IPKB dapat semakin mendapatkan wawasan dan pencerahan agar ketika menggarap isu-isu terkait KKBPK akan semakin dalam.

“Kami berharap apa yang kami lakukan kedepan akan ikut mempengaruhi berbagai kebijakan yang berkaitan dengan program KKBPK," katanya.

Karena itu menurut Teguh, kaitanya sangat banyak dan luas. Mungkin, dari sisi sosial, tenaga kerja dan ketersediaan pangan dan lain sebagainya.
 
"Itu semua sebenarnya adalah satu kaitan mengapa program KKBPK ini  perlu mendapat perhatian dari semua pihak, termasuk dari rekan-rekan media. Dan saya berharap sinergitas semua pihak yang sudah terjalin baik ini akan terus berlanjut, dimana IPKB mampu mengambil peran dalam menyuseskan program-program tersebut ," katanya.

Menurutnya lagi, berdasarkan evaluasi yang dilakukan BKKBN Pusat, bahwa berita-berita jurnalis IPKB Kalbar, termasuk jumlahnya yang terbanyak untuk kategori provinsi dengan jumlah penduduk sedang.

“Apa yang dilakukan kawan-kawan IPKB Kalbar itu ternyata mendapat apresiasi dari pusat.  Dan, kami ingin ke depan tidak hanya soal jumlah, tetapi kualitas  dan dampak kedepan apa yang sudah teman-teman IPKB Kalbar buat  bagi Kalbar. Bisa jadi nanti tidak hanya berdampak  bagi Kalbar sendiri. Namun, bisa juga bisa menjadi warna secara nasional," katanya.

 

Pewarta: Slamet Ardiansyah

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019