Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross pada Kamis mengatakan bahwa wabah mematikan virus corona yang melanda China bisa menjadi hal yang positif bagi ekonomi Amerika Seikat .

Namun, pernyataan Ross tersebut terkait wabah yang dinyatakan darurat internasional  oleh World Health Organization (WHO) justru menuai kritik.

"Saya rasa ini (virus corona) akan membantu mempercepat mengembalikan lapangan pekerjaan ke Amerika Utara," ujar Ross dalam sebuah wawancara televisi.

"Saya sedang tidak ingin berbicara soal keuntungan dari kejadian tak menyenangkan ini. Namun, momen ini bisa memberi pandangan lain bagi pebisnis," tambahnya.

Virus baru tersebut sekarang telah dinyatakan sebagai darurat internasional oleh WHO karena terus menyebar ke luar negeri tirai bambu itu.

Sedikitnya 213 orang dilaporkan meninggal akibat virus itu di China dan sekarang telah menyebar ke 18 negara lainnya.

Para ahli ekonomi menyatakan bahwa wabah ini dapat memiliki dampak yang lebih besar di perekonomian dunia dibandingkan epidemi Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS).

SARS sendiri menginfeksi lebih dari 8.000 orang pada 2002 dan 2003, menyebabkan lebih dari 700 kematian dan diperkirakan telah menyebabkan kerugian bagi ekonomi global lebih dari 30 miliar dolar Amerika (sekitar Rp410 triliun).

Virus tersebut telah memaksa perusahaan-perusahaan global termasuk raksasa teknologi, pembuat mobil dan retail untuk menutup sementara operasi mereka di China.
 

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020