Vatikan menyatakan pada Sabtu (28/3) bahwa hasil tes medis menunjukkan Paus Fransiskus (83) serta ajudan-ajudan terdekatnya tidak terpapar virus corona.

Sebanyak 170 orang menjalani tes di seluruh Vatikan, dengan enam orang dinyatakan positif COVID-19, termasuk satu orang warga Santa Marta, gedung tempat tinggal yang juga ditempati oleh Paus, kata juru bicara Matteo Bruni.

"Saya bisa mengonfirmasi bahwa Bapa Suci maupun ajudan dekat tidak termasuk dari mereka (yang terpapar tersebut)," kata Bruni.

Ini merupakan pengumuman resmi pertama mengenai status kesehatan pimpinan Gereja Katolik tersebut sejak krisis COVID-19 terjadi di wilayah Italia kurang lebih mulai lima pekan lalu.

Lebih lanjut disebutkan bahwa Paus berada dalam kondisi sehat, namun ada bagian paru-parunya yang diangkat karena suatu penyakit ketika dia muda.

Sejak corona merebak, Paus membatalkan kehadirannya di publik, dan memilih melangsungkan pertemuan rutin melalui televisi atau video internet. Namun ia masih menerima sekitar lima orang pejabat Vatikan setiap hari.

Sementara itu, satu orang warga Santa Marta yang terpapar corona adalah pegawai Sekretariat Negara, dan saat ini tengah mendapat perawatan di rumah sakit di Roma.

Santa Marta sendiri berbentuk semacam gedung hotel yang mempunyai 130 ruangan kamar dengan pegawai sebanyak 30 orang. Gedung itu digunakan sebagai rumah singgah bagi para pastor yang melayani Gereja.

Disinfeksi sudah dilakukan pada gedung yang selama beberapa pekan terakhir tidak lagi menerima tamu tersebut.

Satu orang lainnya yang terjangkit virus itu disebut sempat melakukan kontak dengan Paus, namun dia tidak tinggal di wilayah Gereja.

Sumber: Reuters

Pewarta: Suwanti

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020