Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalbar, Agus Chusaini mengatakan pihak BI telah melakukan sejumlah upaya atau langkah saat wabah COVID-19 dan satu di antaranya memastikan uang yang beredar higienis dan ketersediaannya cukup.

"Saat ini penting menjaga higienitas uang yang beredar di tengah masyarakat, selain ketersediaan uang yang cukup," ujarnya di Pontianak, Selasa.

Untuk higienitas uang yang beredar BI telah melakukan karantina setoran bank selama 14 hari sejak 16 Maret 2020 lalu.

"Jadi uang juga yang masuk atau setoran bank di saat wabah ini juga dikarantina. Semua setoran wajib dimasukkan ke dalam kantong dan wajib disemprot dengan cairan desinfektan,"kata dia.

Ia menambahkan bahwa seluruh petugas bank yang bertransaksi di Bl Kalbar wajib menggunakan masker dan sarung tangan atau handscoon.

"Setiap tamu dan pegawai yang memasuki gedung Bank Indonesia wajib dilakukan pengukuran suhu tubuh . Seluruh pegawai wajib menggunakan masker, khusus di pengelolaan uang Rupiah wajib juga menggunakan handscoon. Agar uang cukup kita meningkatkan ketersediaan uang di empat Kas Titipan di Kalbar," jelas dia.

Ia menambahkan terkait membantu UMKM di Kalbar di tegah wabah COVID-19 pihak juga terus mengimbau kepada pelaku usaha untuk berhati-hati dalam beraktivitas dan menjaga jarak.

"Kami juga memfasilitasi UMKM untuk melakukan coaching clinic secara online dengan mentor/narasumber ahli melalui diskusi whatsshap grup membahas peluang, tantangan dan solusi menghadapi kondisi saat ini," kata dia.

Pihaknya juga membantu upaya promosi secara langsung dan tidak langsung untuk meningkatkan omzet, survei dan menghubungkan UMKM dengan pembeli potensial.

"Kita melaksanakan program inkubator bisnis UMKM secara gratis untuk meningkatkan kapasitas UMKM. Kemudian memprioritaskan pemenuhan produk kebutuhan pegawai Bl Kalbar yang dihasilkan oleh UMKM," jelas dia.

Terpenting juga kata dia pihaknya mendorong UMKM untuk melakukan pendataan dan mengikuti program penanggulangan COVID-19 yang dilakukan oleh pemda.

"Kita mendorong pemanfaatan transaksi non tunai dan penjualan secara online melalui pemasaran digital dan pembayaran non tunai, termasuk pakai QRIS," sebut dia.


Pewarta: Dedi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020