Pesawat tempur China terbang mendekati wilayah udara Taiwan pada Kamis, menjadi yang kelima kalinya dalam kurun waktu sepuluh hari sehingga meningkatkan ketegangan relasi antara kedua pemerintah terkait isu sensitif Selat Taiwan.

Jet tempur Chengdu J-10 dan J-11 terbang menuju area barat daya di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada pagi hari, demikian keterangan pihak pasukan udara Taiwan.

Jet tempur Taiwan, yang secara rutin berpatroli di kawasan udara sekitar pulau, kemudian memperingatkan pesawat China melalui jaringan radio hingga akhirnya pihak China meninggalkan zona tersebut.

Sejak 9 Juni, pasukan udara China telah menerbangkan setidaknya empat misi serupa yang setiap kali juga diusir oleh jet Taiwan, kata pihak militer Taiwan menambahkan.



Taiwan memprotes China--yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari negaranya--atas tuduhan peningkatan aktivitas militer dalam beberapa bulan terakhir, yang dianggap mengancam Taiwan di tengah situasi global yang berfokus pada penanganan COVID-19.

Pihak China sendiri belum memberikan komentar terkait hal ini secara spesifik, namun pemerintah secara berulang menyatakan bahwa tidak ada yang aneh dengan latihan militer semacam itu--yang dirancang untuk menunjukkan ketetapan China dalam mempertahankan kedaulatan.

Terkait penggunaan kekuatan militer untuk tetap merangkul Taiwan dalam kendali China, salah satu jenderal senior China pada bulan lalu menyebut bahwa negara itu akan melancarkan serangan jika tidak ada jalan lain untuk menghentikan Taiwan menjadi negara merdeka yang berdiri sendiri.

Pemerintah pusat China amat mencurigai pemimpin Taiwan terpilih, Tsai Ing-wen, yang dituduh sebagai separatis dengan maksud menyatakan kemerdekaan secara formal. Tsai sendiri menyebut Taiwan telah menjadi negara merdeka dengan nama resmi Republik China.

Sumber: Reuters

Pewarta: Suwanti

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020