Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengusulkan sejumlah nama untuk bandara baru di kota yang dipimpinnya dimana usulan tersebut disampaikan dalam raperda kepada DPRD setempat.

"Di dalam Nota Pengantar itu ada beberapa nama bandara yang kita usulkan, seperti mengambil nama seorang proklamator kita yaitu Bung Karno dan nama seorang pejuang atau pahlawan kita asal Kalimantan Barat yaitu Armyn Ali Anyang," kata Tjhai Chui Mie di Singkawang, Selasa.

Dia sangat berharap, DPRD bersama Pemkot Singkawang nantinya bisa membahas nama yang baik untuk Bandar Udara Baru Kota Singkawang.

"Sehingga dari pembahasan itu nanti bisa menghasilkan satu nama yang terbaik untuk Bandar Udara Baru Kota Singkawang," ujarnya.

Apabila sudah ditetapkan nama dan perdanya maka pihaknya akan mengusulkan ke Kementerian Perhubungan RI.

Saat ini, katanya, proses pembangunan Bandar Udara Baru Kota Singkawang masih terus berlanjut walaupun masih dalam kondisi pandemi COVID-19. "Dimana kita selalu menggelar rapat melalui Vicon (Video Conference)," ungkapnya.

Sayangnya, jadwal Menteri Perhubungan yang ingin mengunjungi lokasi Bandar Udara Baru Kota Singkawang pada bulan Maret lalu dibatalkan, lantaran saat itu Indonesia khususnya Kota Singkawang sedang mengalami kondisi COVID-19.

"Tetapi secara administrasi tetap kita lanjutkan melalui tim percepatan pembangunan Bandar Udara Baru Kota Singkawang yang sudah dibentuk melalui SK Wali Kota. Bahkan hampir setiap bulan, kadang seminggu sekali, ada pertemuan-pertemuan membahas pembangunan bandara," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Petrus Yudha Sasmita mengatakan selain menyiapkan nama untuk bandara Singkawang, pihaknya juga saat ini sedang mempersiapkan tahapan rencana serah terima lahan antara Pemkot dengan Kementerian Perhubungan.

"Ada 151,45 Hektare yang akan kita serahkan ke Kementerian," katanya.

Menurutnya, proses pembangunan Land Clearing Runway (landasan pacu) pada tahap satu yang menggunakan dana APBN sudah selesai.

"Sedangkan pada tahap dua sampai dengan pembangunan bandaranya akan menggunakan sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang diawasi oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII)," ujarnya.*

Baca juga: Pemerintah Kota Singkawang-Lanud Supadio bahas pembangunan bandara
Baca juga: Tjhai Chui Mie targetkan pembangunan fisik Bandara mulai 2021
Baca juga: Puluhan investor tertarik bangun Bandara Singkawang, target operasional 2023

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020