Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara (KKU) Kalimantan Barat Bambang Suberkah mengakui bahwa saat ini pihaknya memiliki keterbatasan dalam menyediakan tenaga untuk pelaksanaan tes usap.

"Kita hanya memiliki dua tenaga tes usap saja. Meski demikian kita tetap selalu mengirim sampel swab setiap minggu ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meski belum mencapai angka 200 sebagaimana yang ditargetkan Gubernur Kalbar," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara Bambang Suberkah saat dihubungi di Sukadana, Rabu.

Ia menambahkan selain hanya memiliki dua tenaga pelaksana tes usap, dari sisi peralatan bahan juga terbatas.

"Sehingga kita membuat suatu kebijakan harus selektif dalam penentuan swab,” kata dia.

Pihaknya tidak memungkiri hanya satu minggu yang tidak mengirim sampel swab yakni pada September 2020 dikarenakan adanya perubahan sistem tata cara pengiriman sampel swab ke pihak provinsi. Sehingga pihaknya menunda pengiriman sampel swab untuk menyesuaikan aturan tersebut.

“Nah perkara pada September 2020 dikatakan nol itu salah. Pada September kita tetap mengirim swab namun ada satu minggu yang nol itu datanya itu disebabkan ada perubahan pada tata cara sistem pengirimannya yaitu sebelum mengirim kita harus mengisi data dulu. Pengalaman kalau data yang dikirim tidak di masukan itu dipulangkan lagi. Oleh karena dari itu pada minggu tersebut  itu nol, padahal kita swab cuman belum dikirim saja," kata dia.

Bambang pun menjelaskan, indikator keberhasilan penanganan COVID-19 bukan hanya terletak pada banyaknya pengiriman sampel swab namun aspek ekonomi sosial juga harus dipertimbangkan.

“ Pada akhir September 2020 ini kita telah melakukan pelatihan petugas kesehatan di dua Puskesmas, dokter dan petugas laboratorium dan yang melatih itu sudah pernah dilatih,”kata dia.

Pihaknya terus mengajak masyarakat untuk terus disiplin dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan dan penanganan wabah COVID-19. Menurutnya masyarakat harus terus memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

"Kita harus disiplin penerapan protokol kesehatan. Tugas bersama kita memutus rantai wabah ini," ajak dia.

Baca juga: Gubernur Kalbar bersyukur 10 daerah keluar dari zona oranye
Baca juga: Inilah penyebab tiga daerah di Kalbar masuk zona hijau
Baca juga: 10 daerah di Kalbar masuk zona hijau COVID-19

Pewarta: Dedi/Rizal

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020