Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupatrn Sambas, Kalimantan Barat Mustadi mengatakan politik uang dan netralitas ASN merupakan potensi dari kerawanan Pilkada 2020 dan harus menjadi perhatian semua pihak.

“Dalam Pilkada 2020 kerawanan-kerawanan pemilu yang berpotensi selain politik uang juga terkait netralitas ASN,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam Dialog Kepemiluan dengan tema peran generasi milenial dalam pengawasan partisipatif di Sambas, Senin.

Ia menambahkan selain kedua hal tersebut  penggunaan media sosial yang masif selama masa pandemi COVID-19 ikut menjadi objek pengawasan Bawaslu Sambas.

“Potensi kerawanan dalam Pilkada 2020 tentu butuh partisipasi semua pihak termasuk mahasiswa dalam mengawal. Sehingga Pilkada berjalan lancar, kondusif dan sesuai aturan yang berlaku,” ajak dia.

Dalam dialog yang digelar BEM Politeknik Negeri Sambas bekerjasama dengan Bawaslu Sambas tersebut juga menghadirkan narasumber dari Alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP)  Nurlaila. Pada kesempatan itu ia menjelaskan bagaimana posisi strategis generasi milenial dalam pengawasan partisipatif di era demokrasi digital. 

Menurutnya, generasi milenial adalah generasi yang paling akrab dengan digital dan lebih kritis dalam mengelola informasi yang diterima di dunia maya . Perempuan yang akrab disapa Lala tersebut menekankan bahwa generasi milenial punya peluang yang lebih besar untuk menciptakan ruang-ruang dialog dengan para pengambil kebijakan dan mendorong keterbukaan dalam proses demokrasi dengan memanfaatkan teknologi digital. 

“Oleh karenanya, sudah seharusnya generasi milenial menjadi pelopor dalam mendorong proses demokrasi yang sehat dan bermartabat,” ajak dia

Lebih lanjut, menurut Lala, generasi milenial juga memiliki tanggung jawab moril untuk mengedukasi masyarakat dalam pencegahan hoaks dan ujaran kebencian yang marak di media sosial. 

Begitupun mengenai politik uang, menurut alumni SKPP Nasional ini, edukasi mengenai politik uang tidak harus menunggu momen Pemilu saja. Namun seharusnya dilakukan dengan berbagai pendekatan secara intensif kepada masyarakat yang rawan menjadi sasaran. 

“Generasi milenial sebagai generasi yang cerdas punya kesempatan untuk terlibat dalam edukasi tersebut,” kata dia.
 

Pewarta: Dedi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020