Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Kamis, melakukan vaksinasi pada berbagai golongan masyarakat, yakni Forkopimda, pejabat, ASN, tokoh masyarakat, agama, pemuda, komunitas dan jurnalis di kota itu.

"Hari ini sebanyak 22 peserta diberikan vaksinasi COVID-19 pada pencanangan vaksinasi COVID-19 di halaman Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak Jalan Ahmad Yani," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak.

Edi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta vaksinasi COVID-19 yang telah bersedia diimunisasi vaksin Sinovac. Pencanangan vaksinasi ini tujuannya sebagai contoh bagi masyarakat Kota Pontianak akan pentingnya imunisasi dalam melindungi diri dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Dijelaskannya, saat ini sebanyak 725 tenaga kesehatan (nakes) sudah divaksin dan akan terus bertambah. Selanjutnya vaksinasi juga ditujukan kepada TNI, Polri maupun ASN, terutama pejabat dan guru.

"Guru perlu mendapatkan vaksin supaya pembelajaran tatap muka bisa dilakukan, kemudian juga bagi masyarakat yang rentan terhadap penularan COVID-19," ungkap Edi.

Menurut Edi, Pemkot Pontianak akan terus melihat perkembangan vaksinasi COVID-19. Proses vaksinasi ditujukan bagi mereka yang belum pernah terpapar dan tidak ada penyakit bawaan atau komorbid, sehingga untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 harus melewati proses screening. "Jika hasil screeningnya membolehkan baru dilakukan vaksinasi," ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, apabila ada yang menolak untuk divaksin, pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu latar belakang atau alasan penolakannya. Namun dirinya yakin warga Kota Pontianak sudah memahami ikhtiar pentingnya vaksinasi COVID-19. "Karena selain melindungi diri, vaksin juga untuk melindungi orang-orang di sekitarnya," kata Wali Kota Pontianak.
 

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021