Ketua Umum (Ketum) Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ketut Rana Wiarcha mengapresiasi beberapa karya arsitek Edi Rusdi Kamtono yang juga Wali Kota Pontianak, di Kalimantan Barat, dalam melakukan penataan di kota itu.

"Kami mendukung kebijakan Edi Rusdi Kamtono yang mengemas pembangunan kota dengan nuansa arsitektur," kata Ketut Rana Wiarcha saat melakukan kunjungan kerja di Pontianak, Minggu.

Menurutnya, arsitektur tidak hanya semata-mata berkaitan dengan bangunan, akan tetapi bagaimana suasana yang terlahir dari kehadiran arsitektur dalam setiap kota.

Ia menilai sebuah kota harus memiliki identitasnya sendiri dan sebuah kota tanpa identitas akan jauh ketinggalan dengan kota di manapun di dunia.

"Tetapi tidak ada satu kota pun di dunia yang mempunyai sungai sepanjang sungai yang ada di Pontianak, nah ini menjadi identitas kota," katanya.

Kota-kota yang berada di depan air atau 'waterfront city' seperti halnya Pontianak, mempunyai air di sungai yang sifatnya bergerak dinamis. Kedinamisan air sungai itu jangan sampai berlebihan yang akan mengakibatkan banjir.

"Air bergerak itu merupakan dinamika yang luar biasa dari kota apapun di dunia yang mengandalkan air sebagai waterfront-nya," ungkapnya.

Kota-kota di dunia yang menjadikan sungai sebagai bagian dari wajah kota, mempunyai konsep penataan yang disesuaikan dengan keberadaan sungai.

"Kota Venesia di Italia atau negeri-negeri lain yang berhadapan dengan air itu dinamikanya luar biasa," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kedatangan Ketum IAI Ketut Rana Wiarcha didampingi Sekretaris Jenderal IAI Ariko Andikabina beserta pengurus IAI Kalbar dan Fakultas Teknik Arsitektur Untan Pontianak ke kediamannya dalam rangka silaturahmi sekaligus diskusi ringan soal perkembangan arsitektur di Indonesia termasuk salah satunya Kota Pontianak.

Perbincangan dan diskusi mengenai potensi-potensi apa yang bisa dikembangkan dan identitas kota seperti apa yang bisa diandalkan termasuk waterfront.

"Kita sudah membangun waterfront beserta promenadenya dalam menjadikan sungai sebagai wajah terdepan Kota Pontianak," ungkap arsitek alumni Universitas 11 Maret Surakarta ini.

Selanjutnya, kata Edi, pihaknya akan melakukan penataan infrastruktur yang berkualitas dan representatif seperti penataan trotoar, penghijauan dan lain sebagainya.

Ia menilai kota yang nyaman apabila suasananya sejuk, teduh, asri dan segar, aksesibilitasnya mudah, bersih dan masyarakatnya toleran.

"Kalau sudah demikian, siapapun yang bermukim maupun berkunjung ke Pontianak diyakininya akan merasakan kenyamanan dan kebahagiaan, yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya indeks kebahagiaan di Kota Pontianak," ujarnya.

Ia juga mengajak komunitas-komunitas kreatif di Kota Pontianak untuk ikut berpartisipasi dalam membangun kota.

Sejauh ini keterlibatan para arsitek dalam pembangunan Kota Pontianak memang sudah lama berjalan, namun ia menilai masih belum optimal.

"Kita berencana menjalin kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepahaman antara Fakultas Arsitektur Untan Pontianak dan teman-teman di IAI," katanya.
 

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021