Ketua Majelis Ulama Indonesia Kapuas Hulu Muhammad Sukri memandang perlu ketegasan satuan tugas (satgas) dalam penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes) di sejumlah masjid, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
 
"Saya melihat jemaah yang bertarawih banyak di antara mereka yang tidak mematuhi prokes. Oleh karena itu, perlu ketegasan, terutama penggunaan masker dan menjaga jarak," kata Muhammad Sukri saat menghadiri rapat koordinasi terkait dengan pengamanan ibadah puasa dan Lebaran 2021 di Putussibau Kapuas Hulu, Senin.
 
Dalam penerapan protokol kesehatan di masjid, kata Sukri, mesti ada petugas khusus yang mengawasi jemaah yang hendak masuk masjid.
 
Sukri yang pernah menjabat Sekretaris Daerah Kapuas Hulu juga meminta satgas dan pengurus masjid tegas terhadap umat Muslim yang tidak menggunakan masker saat salat di masjid.
 
"Jika tidak ada ketegasan, protokol kesehatan tidak akan ada yang disiplin. Bila perlu yang tidak menggunakan masker ke masjid, suruh pulang. Ketegasan itu bukan suatu kejahatan, melainkan untuk kebaikan dan keselamatan kita semua," kata Sukri.
 
Selain itu, Sukri juga menyoroti masih banyaknya kafe dan tempat tongkrongan yang banyak orang berkerumun. Mereka sama sekali tidak menaati protokol kesehatan.
 
"Kami sangat berharap tindakan tegas Satgas COVID-19 serta kesadaran seluruh masyarakat Kapuas Hulu, jangan pernah menyepelekan COVID-19. Virus itu ada dan mematikan. Jika ada yang berangapan COVID-19 tidak akan masuk masjid, itu keliru besar," kata Sukri.

Pewarta: Teofilusianto Timotius

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021