Jumlah wisatawan di Mempawah Mangrove Park, salah satu lokasi wisata yang bernuansa ekowisata pesisir pantai dan kawasan hutan mangrove di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalbar, menurun drastis bila dibandingkan sebelum pandemi COVID-19.

"Sebelumnya dari tahun 2016 hingga 2019, jumlah kunjungan wisatawan ke Mempawah Mangrove Park ini selalu meningkat setiap tahunnya, bahkan pernah dalam satu hari pada pergantian tahun 2017-2018 pengunjung yang masuk ke sini hingga 4.250 orang. Namun saat ini untuk dapat 50 pengunjung per hari saja sulit," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mempawah Mangrove Park, Wawan di Mempawah, Kamis.

Untuk saat ini, menurut Wawan, kawasan ekowisata Mempawah Mangrove Park ini tetap buka, namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada para pengunjung, hal itu dilakukan agar tetap ada pemasukan dan kegiatan pemeliharaan hutan magrove tersebut.

Menurutnya dalam pengelolaan kawasan ekowisata itu, pihaknya mendapatkan dukungan dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

"Dan kemarin, Rabu (28/4) Kepala BRGM, Hartono beserta rombongan melakukan peninjauan, berdialog dan sekaligus menyempatkan diri melakukan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai areal ekowisata Mempawah Mangrove Park," kata Wawan.

Ia menjelaskan, para pengunjung tidak hanya dari masyarakat yang ingin menikmati wisata saja, akan tetap karena ini merupakan kawasan ekowisata maka juga sering menjadi tempat studi bagi para pelajar dan mahasiswa Kalbar. Ini yang membuat para pemuda tergerak untuk mengelola disamping untuk melestarikan hutan mangrove juga bisa mendapatkan hasil bagi warga setempat, katanya.

"Memang pada awalnya kawasan hutan Mangrove di Desa Pasir ini menjadi tempat bagi para pelajar dan mahasiswa untuk belajar tentang hutan mangrove khususnya mangrove jenis jangkar yang ada di sini. Kemudian karena kami melihat potensi wisatanya sangat besar bila dikelola dengan baik maka kami para pemuda di sini yang tergabung di Pokdarwis langsung melakukan pengelolaan dan mendapat pembinaan dari Pemkab setempat serta dari pihak BRGM," katanya.

Sementara itu, Kepala BRGM, Hartono mengatakan, hutan mangrove di Kabupaten Mempawah termasuk di kawasan Mempawah Mangrove Park itu merupakan salah satu target yang akan direhabilitasi.

"Hutan mangrove di Kabupaten Mempawah ini merupakan salah satu dari lima kabupaten yang akan kami lakukan rehabilitasi atau reboisasi. Hal ini sangat penting selain tetap menjaga kelangsungan kelestarian hutan mangrove juga dapat mencegah terjadinya erosi pantai," katanya.

 

Pewarta: Andilala dan Slamet Ardiansyah

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021