Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat bersama Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) memberikan pelatihan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan perekonomian para penyandang disabilitas di daerah itu.

"Melalui pelatihan ini menjadi program perluasan kesempatan ekonomi melalui peningkatan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi bagi saudara saudari kita yang memiliki kekurangan. Ini menjadi bentuk perhatian Pemkab Kubu Raya bagi saudara saudari kita yang selama ini mungkin termaginalkan," kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Selasa.

Dia mengapresiasi langkah PPSW melakukan kegiatan tersebut, di mana program itu memberikan kesempatan yang sama kepada para pemuda, terutama untuk perempuan dan kelompok disabilitas untuk semakin maju.

Baca juga: Netflix dan BBC libatkan penyandang disabilitas dalam berkreasi

Melalui program itu, diharapkan mereka bisa mengakses teknologi digital dalam rangka peningkatan taraf hidup mereka melalui pelatihan dan pendampingan.

"Kami tahu betul saudara saudari kita yang merupakan penyandang disabilitas ini juga tidak mau terus dikasihani. Memang semua harus mendapatkan empati, akan tetapi lebih baik adalah memberikan apa yang bisa kami lakukan membuat mereka bisa mandiri, bergerak dan berdaya," tuturnya.

Muda menyatakan keinginan untuk para penyandang disabilitas mendapat perhatian dan kesempatan berbuat dalam pembangunan Kubu Raya.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap penyandang disabilitas, agar bisa membuat perencanaan yang lebih baik lagi.

"Untuk itu, kita menggandeng PPSW yang juga berinisiatif untuk memproses bersama teman-teman disabilitas untuk melakukan program penguatan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi agar mereka dapat mengembangkan diri dengan permasalahan ekonomi mereka," kata Muda.

Baca juga: Pemkot Pontianak sediakan sekolah inklusi wujud ramah anak disabilitas

Direktur PPSW Borneo Reny Hidjazi menambahkan pihaknya akan mematangkan program tersebut dengan menggandeng pemerintah desa agar penyandang disabilitas yang tidak terdata dalam kelompok, bisa diikutsertakan dalam kegiatan.

"Tantangan kita adalah bagaimana merangkul saudara kita penyandang disabilitas yang berada di luar kelompok atau sekolah. Namun, kita akan menggandeng berbagai pihak agar program ini bisa berjalan," katanya.

Reny menjelaskan tujuan pelatihan untuk terciptanya perluasan akses informasi, layanan, pengetahuan dan peluang ekonomi yang tersedia kepada kelompok-kelompok penerima manfaat.

"Dan juga meningkatnya kepercayaan diri dan kemampuan dalam penggunaan tekhnologi, informasi, dan komunikasi untuk memperluas kesempatan kerja dan usaha serta pengembangan dari usaha yang sedang dijalankan," katanya.

Baca juga: Anak difabel positif COVID-19 butuh pendampingan
Baca juga: Pelepasan 2 penyandang disabilitas pelatihan keterampilan di Makasar

Pewarta: Rendra Oxtora dan Dela Noviani

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021