Lumbung padi di Kabupaten Kayong Utara yang terletak di Dusun Sidorejo Desa Sedahan Jaya terancam gagal tanam akibat daerah tersebut sering terendam air beberapa minggu belakangan ini.

“Kerugian material sudah pasti,apalagi masyarakat disana mayoritas petani, beberapa  petani disana menanam beberapa kali busuk padinya karena terendam air terus, terus mau dijadikan apa masyarakat kalau pemerintah hanya ngomong dan janji selama ini namun tidak terealisasi,” kata salah seorang tokoh masyarakat Kirno, Selasa, (26/10) di Sukadana.

Menurutnya sebanyak kurang lebih 510 hektar e hamparan sawah didaerah tersebut  terendam air lebih dari sepekan saat hujan turun dengan intensitas tinggi akibat dari aliran sungai yang mengalami pendangkalan sehingga padi yang baru ditanam petani setempat membusuk karena terendam air terlalu lama.

“Air di situ tidak seperti pasang surut air laut, bisa  berminggu – minggu, ditambah lagi sampai sekarang padi masih terendam, tergantung curah hujan sih, kalau airnya deras bisa satu sampai dua minggu baru bisa turun kering airnya,” jelasnya.

Ia pun menceritakan, dusun yang dihuni 136 KK tersebut sering dijadikan tempat ajang janji politik saat musim pemilihan umum tiba kepada masyarakat setempat untuk menormalisasi sungai yang memiliki panjang 7 kilometer tersebut. Namun sampai saat ini sungai memilik nama sungai Benawai tidak terawat sehingga berdampak kepada petani setempat.

 “Kalau bisa jangan hanya ngomong saja, pemda sudah lama berjanji dari zaman- ke zaman tidak pernah terealisasi sampai  sekarang, intinya cuman janji saja ada beberapa kali dari pemda maupun DPRD itu pernah kesana itu yang paling dibutuhkan masyarakat yang belum terwujud,” kesalnya.

Dusun Sidorejo berada di kaki gunung Kawasan Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa) selama ini terkenal sebagai lumbung padi di daerah setempat yang bisa menghasilkan beras sekitar 2.000 ton padi setiap tahunnya. Namun sejak adanya pendangkalan sungai  Benawai membuat produktifitas bidang pertanian menurun drastis sampai saat ini.

“Kalau dulu disini terkenal jadi lumbung padi, sejak beberapa tahun ini  sudah berubah jadi lumbung air karena sawahnya sering terendam air,” imbuhnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DInas PUPR Kabupaten Kayong UtaraHery Safuan mengatakan rencananya Pemda Kayong Utara mendapatkan bantuan alat dari pemerintah provinsi untuk melakukan normalisasi sungai Benawai. "Diharapkan bisa  direalisasikan tahun ini dan kami terus melakukan koordinasi kepada pihak terkait agar bisa terlaksana secepat mungkin," ujar dia.

Belum tahu kapan, masih menunggu jawaban dari Balai Wilayah Sungai  Kalimantan Barat, intinya kami siap untuk membantu pekerjaan itu,” katanya.

Pewarta: Rizal

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021