Tenny Calvenny Soriton mantan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimatan Barat, Senin (20/12) dilantik menjadi Kepala BKKBN Sulawesi Tengah, hal itu ditandai dengan kegiatan pelantikan yang dilakukan langsung oleh

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),  Hasto Wardoyo, di Auditorium BKKBN Halim 1 di Jakarta.

"Mutasi dan rotasi dilingkungan Pemerintah pada umumnya dan khususnya di lingkungan BKKBN tentunya dengan optimisme harapan besar bahwa ketika dilantik ada kinerja yang lebih baik lagi sehingga memutasi seseorang tidak seperti memutasi barang oleh karena itu tanggung jawab ini berat, baik yang di Lampung, Jawa timur dan Sulawesi Tengah," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Selasa.

Baca juga: Kampung KB di Kalbar diharapkan sudah memiliki Dashat pada 2022

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BKKBN juga melantik Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Fungsional dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil dilingkungan BKKBN.

"Dengan tantangan yang sangat berat di masing masing wilayah dan naiknya unmet need disebabkan pandemi ini saya harapkan seluruh kepala perwakilan harus rajin berkoordinasi ke kepala daerah, OPD-KB untuk melaksanakan BOKB nya agar pelayanan betul betul berjalan dengan baik, harus rajin menjalin kerja sama dengan dokter praktek swasta, bidan praktek swasta, rumah sakit swasta untuk membagi dan mendeteksi alat kontrasepsi agar unmet need nya bisa dapat diturunkan serta aktif bekerja sama dengan mitra kerja", harap Hasto.

Ditegaskan Kepala BKKBN, Mulai Januari 2022 pelayanan harus di gerakan untuk menutupi kekurangan kekurangan selama masa pandemi dan juga mencapai target target yang telah ditetapkan, Tegas Hasto

Selain melantik Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Fungsional, Kepala BKKBN juga mengambil Sumpah dan Janji Pegawai Negeri Sipil kepada 108 Pegawai Negeri Sipil Formasi tahun 2019 terdiri 19 orang Pegawai Negeri Sipil Formasi BKKBN Pusat dan 89 orang Pegawai Negeri Sipil Formasi Perwakilan BKKBN di daerah baik secara langsung maupun secara virtual.

Baca juga: Kepala DP3KB Kubu Raya ingatkan pernikahan dini itu pencetak stunting

Sedangkan untuk formasi Perwakilan BKKBN Kalbar mendapat 9 orang PNS Formasi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) ditempatkan berbagai daerah kabupaten/kota di Kalbar mengikuti Sumpah dan Janji PNS melalui Virtual Meeting di Ruang Aula Kencana BKKBN Kalbar.

"Menjadi PNS itu tantangannya sangat kuat karena waktu kompetisi sekian ribu orang dapat disisihkan, kerjalah yang sebaik sebaiknya karena yang menentukan masa depan diri anda adalah diri anda sendiri, ciptakan inovasi kreativitas untuk jadikan potret kehidupan anda, Hidup harus untuk hidup, jangan hidup menunggu mati dan BKKBN ini milik anda," ungkap Hasto.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Hasto Wardoyo berpesan, Manfaatkanlah waktu karena waktu itu seperti kertas bisa dilipat lipat, kalau anda ingin mendapat capaian yang tinggi nikmatilah waktu anda tapi kalau anda tidak pernah melipat waktu maka anda akan sia sia.  "Lipatlah waktu dalam mengemban tugas ini sehingga hasilnya akan lebih besar," pesannya.

Baca juga: Komisi IX DPR RI sebut Pendataan Keluarga Kalbar terbaik

Selanjutnya Tenny Calvenny Soriton yang dilantik sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah yang sebelumnya selama kurang dari 2 (dua) tahun memimpin Perwakilan BKKBN  Kalbar saat dihubungi via telpon mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak terutama Pemerintah Kalbar,  Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar beserta jajaran bupati dan wakil bupati se Kalbar beserta jajaran, OPD-KB se Kalbar, para mitra kerja dan Seluruh ASN BKKBN Provinsi Kalbar yang telah mendukung bersama sama mensukseskan program Bangga Kencana di Provinsi Kalbar, Kata Tenny panggilan akrab Tenny Calvenny Soriton.

Di tambahkannya, kita akan tetap terus menjalin kerja sama walaupun saya tidak lagi di Kalbar, ini adalah merupakan bentuk silaturahmi kita tetap terjalin erat," ungkap Tenny.

Pemutasian ini merupakan tuntutan tugas yang harus saya jalani dan diakuinya masih ada beberapa persoalan persolan yang belum tuntas di Kalbar, harapannya semoga penggantinya nanti bisa lebih baik lagi untuk meneruskan dan menuntaskan persoalan persolan yang ada di Provinsi Kalbar khususnya di Bidang Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana," tutup Tenny.

Baca juga: BKKBN tidak pernah melarang orang untuk menikah
Baca juga: Pemkab Ketapang terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi covid

Pewarta: Slamet Ardiansyah

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021