Bupati Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Muda Mahendrawan mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan terhadap masyarakat luar Kubu Raya yang melakukan vaksinasi di kabupaten itu, sesuai dengan NIK dari sasaran vaksinasi.

"Kita siap mengembalikan data masyarakat luar yang melakukan vaksin di Kubu Raya. Ini akan kita lakukan untuk membantu daerah lain agar memiliki data yang jelas terkait masyarakatnya yang sudah di vaksin," kata Muda di Sungai Raya, Minggu.

Muda menjelaskan, saat melakukan vaksinasi COVID-19, Dinkes Kubu Raya juga mengakomodir masyarakat luar yang melakukan vaksinasi di kabupaten itu. Terkait hal itu, saat ini Dinkes Kubu Raya sedang mengumpulkan datanya dan akan dikembalikan kepada KCPEN agar bisa di input ke dalam aplikasi Pcare Vaksinasi COVID-19   sesuai dengan asal NIK dari masyarakat yang di vaksin sejak awal tahun 2021 yang terpusat di sejumlah tempat di Kubu Raya, baik yang di lakukan oleh Dinkes maupun TNI/Polri dan pihak lainnya.

"Jika ada warga saat di vaksin NIK nya dari daerah lain, maka datanya akan kita kembalikan. Dan kita harapkan daerah lain juga melakukan hal ini, agar terjadi sinkronisasi antara data target vaksinasi dengan realisasi masyarakat yang sudah di vaksin," tuturnya.

Karena, lanjut Muda, jika datanya tidak sinkron, tentu pemerintah daerah akan sulit untuk mengetahui sudah berapa banyak masyarakat-nya yang di vaksin.

"Untuk vaksinasi ini kan bisa dilaksanakan di mana pun tanpa memandang asal masyarakat, namun untuk pendataan tentu harus berdasarkan NIK dari masyarakat yang di vaksin. Namun, sebaliknya jika ada masyarakat Kubu Raya yang vaksin di daerah lain, diharapkan datanya bisa kembali ke Kubu Raya, agar data penduduk bisa sesuai dengan target capaian vaksin yang ada," katanya.

Banyaknya masyarakat luar Kubu Raya yang melakukan vaksinasi di kabupaten itu terjadi, terutama saat vaksinasi di berbagai daerah sedang dilakukan di banyak titik dan sentra saat angka kasus konfirmasi penularan COVID-19 sedang tinggi tinggi nya akibat varian delta sekitar bulan Juni, Juli dan Agustus lalu.

Muda mencontohkan, saat melakukan vaksinasi di beberapa kampus yang ada di Kubu Raya, tentu ada mahasiswa dari daerah lain yang mengikuti vaksinasi di kampus tersebut. Data mahasiswa dari daerah lain itu, saat di vaksin akan masuk ke data Dinkes Kubu Raya selaku penyelenggara vaksinasi.

Begitu juga sebaliknya, tentu ada ribuan mahasiswa asal Kubu Raya yang kuliah di Pontianak atau daerah luar yang mengikuti vaksinasi di kampus atau di tempat dia belajar, sehingga diharapkan data ini bisa kembali ke Kubu Raya, agar Pemkab Kubu Raya bisa menyesuaikan data penduduk-nya yang sudah di vaksin.

"Kita mendorong Dinkes Kalbar sebagai koordinator agar bisa menyampaikan hal ini kepada daerah lain, agar data masyarakat yang sudah di vaksin bisa benar-benar tertib administrasi dan sinkron dengan jumlah penduduk yang menjadi sasaran vaksin. Karena semestinya Dinkes Kalbar bisa mendorong hal ini kepada daerah lain, agar bisa tertib administrasi terkait data vaksinasi ini," kata Muda.

Terkait hal itu, Muda mengatakan pihaknya sudah menyurati Ketua Komite Penanganan COVID-19  dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) di Jakarta, dan kepada Kementerian Kesehatan RI yang ditembuskan kepada Pusdatin Kemenkes RI pada tanggal 24 Desember lalu.

Di mana isi surat tersebut, menyebutkan bahwa dalam rangka meningkatkan sinkronisasi dan validasi data capaian hasil Vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat untuk Dosis I, Il, dan Ill dengan jumlah sasaran sebanyak 432.686 orang.

Dengan ini dimintakan agar data hasil vaksinasi Penduduk Kabupaten Kubu Raya berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan domisili yang mendapatkan vaksinasi di Fasyankes/Pos-Pos Vaksinasi Kabupaten/Kota dan Provinsi lainnya untuk dialihkan dan ditetapkan ke dalam Aplikasi Pcare Vaksinasi COVID-19 Kabupaten Kubu Raya dengan tujuan tergambarnya data real dan akurat antara sasaran dan sebaran capaian Vaksinasi di Kabupaten Kubu Raya, tingkat Kecamatan sampai tingkat Desa. 

"Kita harapkan ini bisa segera di tindak lanjuti, agar Kubu Raya bisa mendapatkan data yang valid terkait masyarakatnya yang sudah di vaksin. Saat ini kita sudah meminta Dinkes Kubu Raya termasuk Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa hingga RT dan RW untuk melakukan pendataan terhadap warga yang sudah di vaksin dan yang belum," kata Muda.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021