Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengajak Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di tingkat pusat dan daerah, untuk ikut ambil bagian dalam pemberdayaan desa, ketahanan pangan, serta menjadikan desa basis pertumbuhan di provinsi itu.

"Kita berharap desa bisa menjadi basis dari pertumbuhan dalam segala hal. Perlu ada kontribusi pemikiran intelektual dalam mewujudkan desa yang maju dan mandiri. Bersama-sama kita bersinergi," kata Sutarmijdi di Pontianak, Selasa.

Dirinya mengapresiasi ICMI yang berkomitmen untuk membangun desa menjadi desa mandiri dan memperkuat BUMDes yang ada.

"Seperti yang kita ketahui, Ketua Umum ICMI pada pertemuan rektor di Pontianak, Senin kemarin juga menjabarkan BUMDes menjadi holding untuk setiap usaha kecil dan mikro menengah di desa itu sendiri. BUMDes tidak perlu lagi mencari modal, karena 30 persen dari dana desa diperuntukkan modal BUMDes," tuturnya.

Menurutnya pandemi COVID-19 telah mengubah dan memperlambat ekonomi dunia, sehingga negara-negara di dunia harus melakukan inovasi dan kreativitas guna membangkitkan ekonomi mereka, termasuk Indonesia.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersinergi dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk bisa memberikan pemikiran serta ide inovatif dan kreatif di tengah pandemi COVID-19.

Di tempat yang sama, Ketua Umum ICMI yang juga Rektor IPB University, Prof Arif mengatakan, ciri New Normal Economy yang pertama yaitu Agromaritim sebagai fokus pembangunan berkelanjutan. Kedua, desa sebagai pusat pertumbuhan baru berbasiskan keunggulan lokal. Ketiga, ekonomi digital untuk meningkatkan efisiensi dan akses sumber daya.

Prof Arif juga menyebutkan ekonomi moral sebagai fondasi ketangguhan sosial ekonomi, serta ekonomi hijau/biru untuk meningkatkan nilai tambah dan produksi berkelanjutan. Perilaku sehat dan hijau (green) untuk mendukung konsumsi yang berkelanjutan dan inovasi sebagai penggerak techno-sociopreneurship di masyarakat harus didongkrak.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022