Bupati Sambas,  Kalimantan Barat, Satono mengambil langkah cepat dengan menyurati distributor  atasi kelangkaan pupuk urea yang terjadi di tingkat petani di daerah itu.

“Kelangkaan pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Sambas yang terjadi belakangan ini membuat resah kalangan petani. Dengan hal itu saya langsung  menyurati pimpinan PT Pupuk Petrokimia Gresik agar keterlambatan pendistribusian pupuk urea bersubsidi segera diatasi dan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Sambas dipercepat,” ujarnya saat dihubungi di Sambas, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa dengan ikhtiar yang dilakukan tersebut membuahkan hasil. Pihak distributor merespon dengan baik.

"Alhamdulillah berkat ikhtiar kita semua saat ini realisasi pengiriman pupuk urea subsidi dari Lini II gudang Pontianak ke Lini III gudang Sintete per tanggal 23 Mei 2022 sebanyak 729 ton sudah sampai," katanya.

Ia berharap, pupuk bersubsidi sebanyak 729 ton yang sudah tiba di Kabupaten Sambas tersebut segera didistribusikan ke petani dan mampu mengatasi kelangkaan yang terjadi.

"Semoga pupuk urea subsidi yang sudah tiba di Kabupaten Sambas, dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan harapan kita semua, demi petani Sambas yang berkelanjutan," harap dia.

Kesulitan mencari pupuk dirasakan petani seperti disampaikan oleh Budi. Menurutnya saat ini selain pupuk sulit didapatkan harga juga tinggi.

“Untuk pupuk lambat datang. Kemudian kalau kita beli non subsidi tentu harga sangat tinggi. Pupuk  memiliki peranan yang besar meningkatkan produktivitas petani,” jelas dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Evi Ratnawati


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022