Kementerian Kesehatan telah meminta tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk cair terkait penyelidikan penyebab peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada anak.

Baca juga: Gunakan kompres hangat jika anak demam dan hindari obat sirop

Lantas, obat apa yang harus diberikan orang tua kepada anaknya bila mengalami demam, batuk atau pilek?

Sebagai alternatif, Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) memberikan rekomendasi ramuan herbal penurun demam dan pereda batuk pilek untuk anak.

PDPOTJI dalam siaran resmi yang diterima ANTARA, Kamis, mengatakan ramuan ini punya rasa yang tidak pahit dan mudah dibuat karena bahan-bahannya mudah didapatkan.

Berikut resep ramuan penurun demam dan pereda batuk pilek yang bisa Anda buat sendiri di rumah bila kesehatan buah hati sedang tidak optimal.

Baca juga: Konimex akan tarik produk Termorex Sirup 60ml

Sirup Madu Bawang Jahe
Ramuan ini bisa diberikan untuk anak usia 1-12 tahun yang berkhasiat menurunkan demam dan meredakan batuk serta pilek.

Bahan-bahan:
30 ml madu murni
1 siung bawang merah, dicincang halus
1 siung bawang putih, dicincang halus
10 gram jahe segar, dicincang halus
1⁄2 buah jeruk nipis, diperas

Cara:
Masukkan cincangan bawang merah, bawang putih dan jahe ke dalam botol yang berisi madu, lalu masukkan air perasan jeruk nipis.
Tutup botolnya, kemudian kocok atau guncang-guncang botolnya.
Diamkan dalam suhu kamar selama 8 jam, sehingga didapatkan sirup dengan konsistensi encer.
Saring, tuang ke dalam botol obat yang bersih dan kering.
Ramuan ini siap dikonsumsi dengan takaran 1 sendok teh (5ml) sekali minum.
Simpan dalam kulkas dan habiskan dalam waktu 2-3 hari.

Ramuan ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan dengan dosis tiga kali sehari, masing-masing 5 ml.
 

Susu Kunyit untuk bayi usia 6 bulan hingga 1 tahun

Bahan-bahan:
1/8 – 1/4 sendok teh kunyit bubuk (diutamakan kunyit bubuk organik)
ASI atau Susu Formula dengan volume yang biasa dikonsumsi

Cara:
Siapkan ASI/ susu formula hangat dalam gelas, masukkan kunyit bubuk, lalu aduk sampai rata.
Siap diminum. Ramuan ini bisa dikonsumsi tiga kali dalam sehari, sebelum atau sesudah makan.
 


PDPOTJI mengatakan ramuan herbal tersebut juga boleh dikonsumsi anak sehat dengan dosis sekali sehari karena ramuan itu bisa menguatkan daya tahan tubuh dan membantu memelihara kesehatan.

Baca juga: Masyarakat Putussibau diajak patuhi larangan konsumsi obat sirup
Baca juga: Belasan anak meninggal akibat gangguan ginjal akut

"Bahan-bahan herbal dalam dua ramuan di atas secara empirik terbukti aman dan berkhasiat dalam membantu menurunkan demam dan meredakan batuk-pilek pada anak, tanpa ada laporan efek samping, dengan rasa yang disukai anak pada umumnya," kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si.

Hasil-hasil penelitian juga mengonfirmasi keamanan penggunaan pada anak dan aktivitas sebagai anti-oksidan (penangkal radikal bebas), imunomodulator (penguat daya tahan tubuh), anti-inflamasi (antiperadangan), antipiretik (penurun demam), antitusif (penekan refleks batuk), mukolitik (pengencer dahak), dekongestan (pelega kongesti hidung), dan anti-alergi yang ringan pada anak.

Dia menambahkan konsumsi ramuan herbal di atas menjadi kontra-indikasi pada anak yang alergi terhadap salah satu bahan, namun kasus alergi terhadap bahan herbal tersebut amat jarang.

"Konsumsi ramuan herbal pada anak tetap perlu dikonsultasikan dahulu kepada dokter," pesan dia.

Baca juga: Mengenal gejala gangguan ginjal pada anak
Baca juga: Ahli : Masyarakat Indonesia Rentan Terkena Gagal Ginjal

 

Dokter Umum RS Mitra Medika Pontianak, Kalimantan Barat, Dr. Hygiena Kumala Suci menyebutkan menjaga ginjal sangat penting sebab jika fungsinya sudah bermasalah maka harus cuci darah dan itu terapi seumur hidup dengan biaya yang mahal.

"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Cuci darah adalah terapi seumur hidup dan biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit, yakni berkisar Rp800.000 – Rp1.500.000 setiap sesi tergantung tipe rumah sakit dan peralatan yang digunakan," katanya di Pontianak, Minggu.

Selain itu, pasien harus mengorbankan waktu anda 10-15 jam dalam seminggu untuk sesi cuci darah di rumah sakit. Oleh karena itulah kesehatan ginjal harus benar-benar dijaga, tambah dia. Baca selengkapnya: Jaga ginjal cegah cuci darah, terapi seumur hidup yang mahal


Baca juga: 376 pasien gagal ginjal di RSD Gunung Jati dalam penanganan
Baca juga: Gunakan kompres hangat jika anak demam dan hindari obat sirop
 

Pewarta: Nanien Yuniar

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022