Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memberikan bantuan kepada 330 orang guru ngaji tradisional yang diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Masing-masing guru ngaji mendapatkan uang sejumlah Rp1,8 juta.

"Guru ngaji memberikan pemahaman yang baik dari nilai-nilai yang ada di Al Quran. Mereka mengajarkan budi pekerti kepada orang tua, dan bagaimana seorang anak harus disiplin," katanya, dikutip dari siaran pers yang diterima ANTARA di Pontianak, Rabu.

Pemkot Pontianak selalu menganggarkan dana operasional setiap tahunnya kepada guru ngaji tradisional sejak 2009. 
Edi menyampaikan ucapan terima kasihnya atas pengabdian setiap guru ngaji. Guru ngaji tradisional menurutnya, selain mengajarkan huruf-huruf hijaiyah, juga memberikan keteladanan akhlak kepada anak-anak.

"Mungkin apa yang kami berikan ini tidak sesuai dibandingkan pengabdian bapak ibu. Semoga apa yang kami berikan dapat memberikan motivasi lebih serta semangat membina ajaran kebaikan," katanya.

Dia mengatakan, generasi muda Kota Pontianak memerlukan dedikasi seorang pengajar, tak hanya pada pelajaran ilmu pengetahuan, namun juga pengajaran keagamaan. Pengorbanan dari guru ngaji ini akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan dan pembangunan Kota Pontianak.

"Anak-anak kita jadi terbiasa dengan hal-hal positif. Di luar sekolah formal, guru ngaji menjangkau semua anak-anak dan mengajak mereka melaksanakan agama dengan benar dan kaffah (keseluruhan)," katanya

Baca juga: Pemkot Pontianak berikan uang transportasi untuk 330 guru mengaji tradisional

Baca juga: Ramadhan wahana silaturahmi pemerintah dan masyarakat

Baca juga: Pemkot Pontianak berikan bantuan guru ngaji-fardu kifayah-posyandu dan RT-RW

Pewarta: Jessica Wuysang

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023