Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching Sarawak, Malaysia, untuk edisi keempat kalinya menggelar kegiatan Bincang Santai Tapi Bermakna (BSTB) dalam upaya meningkatkan perekonomian di Kalimantan Barat Indonesia dan Sarawak Malaysia. 

"Kegiatan ini kami selenggarakan untuk mengakomodir berbagai permasalahan, keluhan dan masukan dalam upaya meningkatkan perputaran ekonomi baik untuk penggiat usaha Sarawak maupun pengusaha dan UMKM Kalbar khususnya di wilayah perbatasan," kata Konjen RI Kuching Raden Sigit Witjaksono di PLBN Aruk, di Sambas, Kalimantan Barat, Minggu.

Sigit mengatakan selain menjadi ajang peningkatan pertumbuhan ekonomi kegiatan BSTB ini juga merupakan penghargaan kepada Kepala PLBN Aruk Purwanto yang akan memasuki masa purna tugas. 

"Berkat upaya Kepala PLBN Aruk ini, perkembangan dan kemajuan ekonomi  di wilayah perbatasan PLBN Aruk khususnya dan Kalbar pada umumnya semakin menggeliat. Hingga kini dari hasil aktivitas PLBN Aruk dari angka nol hingga kini putaran uang bisa mencapai Rp200 juta per hari," kata Sigit.

Sigit mengatakan, upaya pengembangan ekonomi ini yang perlu terus kita tingkatkan. Untuk itu kegiatan BSTB yang sudah di laksanakan sejak Januari 2023 lebih mengedepankan terhadap aspek kerjasama ekonomi yang potensial melalui PLBN antara Kalbar Indonesia dan Sarawak Malaysia.

"Kami bersama-sama pihak terkait mendorong para penggiat usaha ekonomi baik itu berupa berbagai barang dagangan maupun potensi pariwisata dalam memanfaatkan border (PLBN)," kata Sigit.

"Dan kami KJRI juga mendorong PLBN ini tidak hanya menjadi lalu lintas kendaraan dan orang, akan tetapi juga menjadi lalu lintas perdagangan barang yang menguntungkan baik pengusaha Indonesia maupun Malaysia," tambahnya.

Di PLBN Aruk, kata Sigit kegiatan BSTB ini melibatkan seluruh stakeholder yang ada di border, mulai dari pihak imigrasi, Bea Cukai, Karantina, BP3MI, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, Kepolisian, TNI, BNNP Kalbar dan pihak pihak terkait lainnya.

"Untuk lebih mendapat hasil yang baik dalam memajukan pembangunan ekonomi wilayah perbatasan khususnya di wilayah Kabupaten Sambas dan Kalbar pada umumnya, kami juga melibatkan para pengusaha industri berbagai sektor, mulai dari pengusaha kecil (UMKM) hingga para pengusaha besar dari Kalbar Indonesia dan Sarawak Malaysia. Intinya kami melakukan rembuk bersama mengambil yang terbaik untuk keuntungan dan kemajuan ekonomi bersama," kata Sigit.

 

Pewarta: Slamet Ardiansyah

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023