Dinas Perindagkop dan UKM Singkawang, Kalimantan Barat,  menggelar operasi pasar yang ketiga untuk menekan inflasi dan kenaikan harga sembako di sejumlah pasar di kota tersebut.

"Sesuai arahan dari Kemendagri,  pemerintah daerah berkewajiban untuk menekan inflasi dan kenaikan harga di setiap daerah," kata Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin, Rabu.

 Oleh karena itu, secara rutin operasi pasar (OP) dilaksanakan baik yang menggunakan anggaran di Disperindag maupun Pertanian Singkawang dua kali. Kemudian berkoordinasi dengan Dinas provinsi bahkan dari Pemprov hampir setiap Senin atau Selasa melaksanakan OP di Kota Singkawang.

Sesuai dengan rencana, Pemkot Singkawang juga akan menggelar operasi pasar yang ke tiga pada 17 atau 18 Mei di Terminal Bengkayang tepatnya di Bangunan Pasar Sementara PKL.

"Dalam operasi pasar tersebut ada tiga komoditas yang dijual yaitu beras, gula pasir, dan minyak goreng," tuturnya.

Jika tidak ada halangan, kata Muslimin, operasi pasar ini akan dihadiri Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang secara kebetulan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sambas.

"Beliau akan menyempatkan diri untuk memantau pelaksanaan operasi pasar di Singkawang," katanya.

Untuk memastikan kehadiran Gubernur Kalbar, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemprov karena program pusat ini harus ada koordinasi antara Pemprov dan kabupaten/kota untuk bersama-sama menekan inflasi dan kenaikan harga.

Tak hanya itu, Disperindagkop dan UKM Singkawang juga merencanakan operasi pasar yang ke empat pada H-7 Idul Adha.

"Mudah-mudahan dengan operasi pasar tahap 3 dan 4 ini mampu menekan inflasi dan kenaikan harga di Kota Singkawang, sehingga kita tidak mendapatkan rapor merah dari Kemendagri," harapnya.

Muslimin mengungkapkan, operasi pasar yang digelar akan terbuka untuk umum mengingat bahannya ada di satu titik yaitu Terminal Bengkayang.

"Masyarakat hanya menunjukkan KTP dan KK untuk pembelian bapok tersebut. Untuk harganya kami subsidi sebanyak 30 persen dari harga pasar, sehingga masyarakat cukup membayar Rp87.200 dari Rp134 ribu harga normalnya," tutupnya.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023