Harga Tanda Buah Segar (TBS) sawit di Provinsi Kalbar berdasarkan hasil penetapan harga untuk periode II Juni 2023 tertinggi mencapai Rp2.213.97 per kilogram.

"Harga patokan terbaru TBS sawit di Kalbar tertinggi di umur 10 - 20 tahun yakni Rp2.213.97 per kilogram," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar Heronimus Hero di Pontianak, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh harga komoditas perkebunan saat ini mengalami fluktuatif termasuk sawit. Menurutnya, harga TBS yang berlaku di pasaran dipengaruhi harga sawit mentah (CPO) tingkat dunia.

"Kalau harga CPO turun maka tentu mempengaruhi harga TBS sawit. Saat ini berdasarkan penetapan harga Periode II Juni 2023, untuk CPO di Kalbar Rp10.468,31 per kilogram. Sedangkan kernel sendiri Rp4.606,75 per kilogram," jelas dia.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menyarankan petani tetap menjaga mutu atau kualitas sawit. Menurutnya harga CPO dunia tersebut dipengaruhi mutu yang ditetapkan pembeli seperti Eropa atau lainnya yang butuh standar seperti ISPO atau RSPO.

"Rekam jejak budidaya sawit di Kalbar khususnya di kebun mandiri dijaga kualitasnya agar CPO naik. Kalau di Eropa atau pasar dunia menerima sawit kita tinggi maka harga sawit di petani tinggi. Jadi tolong jaga kualitas dan ramah lingkungan karena isunya  ramah lingkungan," katanya menjelaskan.

Sumbangsih komoditas sawit terhadap penerimaan pajak di Kalbar, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalbar mencatat dari hulu hingga hilirnya memiliki andil capai 40 persen.

"Dari awal tahun hingga memasuki minggu ketiga Juni 2023 dari total realisasi penerimaan pajak di Kalbar sebesar RpRp4,43 triliun, ada 40 persen andil dari komoditas sawit," ujar Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Kalbar, Dahlia.

Hanya saja menurut Dahlia, saat ini harga sawit masih belum mengalami perbaikan. Hal itu tentu mempengaruhi sisi pendapatan negara melalui pajak.

"Harga sawit rendah sangat berpengaruh pada pendapatan pajak di Kalbar. Sudah jelas tadi andil sawit capai 40 persen," ucap dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023