Penggiat literasi Kalimantan Barat membedah Buku Sejarah keberadaan kongsi-kongsi di Montrado yang ditulis SH Schaank dan dialihbahasakan oleh Pastur Yeri sebagai sumbangan kepada sejarah dan pengetahuan dari perkumpulan-perkumpulan orang China di Pantai Barat Borneo.

"Bedah buku dan diskusi tentang keberadaan kongsi-kongsi di Montrado itu sebenarnya membahas apa yang ada di dalam buku ini dan kami mencoba untuk menafsirkan semangat zaman itu dalam relasi semangat kita di hari ini untuk membangun semangat di masa depan," ujar Penggiat Literasi Kalbar Ahmad Sofyan di Pontianak, Sabtu.

Ia mengatakan buku tersebut bisa menjadi salah satu sumber bacaan agar setiap generasi dapat membaca dan mengetahui sejarah.

"Dalam sejarah buku ini ada hal yang belum diketahui oleh teman-teman tentang keberadaan buku ini. Dari diskusi hari ini yg disampaikan bahwa ada satu buku yang berjudul sejarah kongsi-kongsi Montrado," kata dia.

Kegiatan yang digelar di destinasi wisata pecinan Pontianak tersebut bertujuan untuk mengenalkan karya literasi yang ada di Kalbar dan memberi iklim yang berbeda dalam diskusi buku yang melibatkan banyak kalangan dari kelompok usia.

"Berbagai macam profesi yang ikut seperti mahasiswa, dosen, pekerja seni, penggiat ekonomi kreatif, pehobi sepeda. Kegiatan ini diselenggarakan di tempat yang tidak biasa seperti di pecinan," jelas dia.

Sementara itu, Penggerak Destinasi Pecinan Pontianak Herfin Yulianto berharap dari adanya kegiatan diskusi dan bedah buku di kawasan Pecinan menjadi langkah awal dalam bidang kesenian masyarakat nanti akan berhak melanjutkan ke bedah buku berikutnya.

"Di momen ini kita juga menampilkan ruang pameran yang ada di belakang agar bisa digunakan oleh publik untuk mengekspresikan karyanya dan dipresentasikan di ruangan ini," kata dia.

 

Pewarta: Ade Ihsani Al Munawar

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023