Sekolah di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Kurikulum Merdeka yang fokus pada gaya hidup berkelanjutan dengan cara mengolah sampah menjadi pupuk Eco enzyme (Ekoenzim).

"Penerapan Kurikulum Merdeka ini kami arahkan siswa yang didampingi dewan guru untuk menjawab persoalan di lingkungan sekolah dan sekitarnya yakni sampah. Itu akhirnya agar ada keberlanjutan lingkungan yang baik untuk semua," ujar Koordinator P5 SMPN 1 Teluk Keramat Riko Saputra saat dihubungi di Sambas, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa permasalahan sampah di lingkungan sekolah yakni masih belum dimanfaatkannya sampah organik dan sampah anorganik.

"Sebenarnya sampah ini bisa dijadikan produk yang bermanfaat seperti pupuk eco enzym yang ramah lingkungan. Sedangkan sampah anorganik bisa dijadikan karya kerajinan bernilai ekonomi tinggi,” ujar guru Bahasa Indonesia tersebut.

Ia juga menambahkan P5 ini sangat baik dalam membangun kesadaran siswa untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan dan mencari solusi untuk masalah lingkungan yang dihadapi serta mempromosikan gaya hidup serta perilaku yang lebih berkelanjutan dalam sehari-hari

"Tujuan dari projek mengolah sampah ini mengembangkan kemampuan berpikir siswa supaya lebih kreatif dan inovatif terkait permasalahan sampah yang ada saat ini. Seperti sampah organik ini di buat pupuk yang ramah lingkungan itu sangat baik," jelas dia.

Sementara salah satu di antara siswa kelas 7A SMPN 1 Teluk Keramat, Putri mengatakan bahwa pembelajaran praktik seperti P5 sangat menyenangkan. Selain siswa dibekali materi dan teori, siswa juga langsung terlibat dalam mengolah sampah supaya bermanfaat.

“Kami secara aktif bisa ikut mengolah berbagai sampah dari buah dan sayur untuk dicampur dengan gula dan air nantinya akan dijadikan pupuk cair. Sedangkan minggu depan kami mengolah sampah dari limbah plastik seperti bungkus es, botol dan lain-lain untuk dijadikan karya berupa kerajinan seperti bunga hias maupun barang - barang pajangan lainnya,” kata dia.

Ia menambahkan dengan pembelajaran P5 tema Gaya Hidup Berkelanjutan tersebut mampu membuat dirinya sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan dan bisa menerapkan ilmu yang didapatkan ketika pulang ke rumah.

“Hasil dari pelajaran bisa diterapkan di rumah seperti pupuk Ekoenzim bisa digunakan untuk tanaman pekarangan dan karya kerajinan bisa dijadikan barang untuk dijual sehingga menghasilkan uang tambahan,” kata Putri.

Saat pelaksanaan P5 di SMPN 1 Teluk Keramat sebanyak 145 siswa dan 10 guru kelas 7 antusias mengikuti pembelajaran membuat pupuk Eco enzyme dari sampah organik.

 

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023