Presiden Joko Widodo berharap jumlah guru penggerak di Indonesia dapat terus bertambah hingga mencapai 100.000 orang pada 2024.

Harapan itu disampaikan Presiden kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional: "Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar" di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu.

"Saya senang laporan Mas Menteri kita sudah memiliki sedikitnya 50.000 guru penggerak, di mana 9.000 di antaranya sudah menjadi kepala sekolah. Dan besar harapan saya jumlah ini dapat terus meningkat dan tadi disampaikan tahun depan bisa mencapai kurang lebih 100.000," tutur Jokowi.



Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

Jokowi mengatakan guru penggerak diperlukan agar Indonesia memiliki pemimpin di setiap sekolah yang terampil berinovasi dan bertransformasi.

Pada kesempatan itu juga berharap guru honorer yang lolos seleksi aparatur sipil negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dapat terus meningkat hingga satu juta guru di 2024.

"Tadi Mas Menteri menyampaikan rekrutmen guru ASN-PPPK 2021-2022, telah terdapat 544.000 guru honorer yang lolos seleksi ASN-PPPK. Dan pada 2024 akan mencapai kurang lebih nantinya 1 juta ASN-PPPK," ujarnya.



 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023