Masyarakat di sejumlah tempat, yakni Pontianak dan Sambas, menyambut suka cita tibanya bulan suci Ramadhan, diawali menyiapkan bahan kebutuhan pangan hingga berburu makanan untuk berbuka puasa yang dijual di banyak lokasi.

Kondisi itu dapat dijumpai ketika berada di Pasar Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas. Banyak orang mendatangi pasar untuk mencari bahan pangan seperti daging ayam, daging sapi, sayuran dan rempah - rempah.

Pedagang setempat menentukan harga bervariasi. Ayam putih harganya berkisar antara Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram, sementara ayam merah dijual seharga Rp70.000 per kilogram, pada Senin (11/3), sehari menjelang Ramadhan.

Suasana pasar semakin ramai pada sore hari, baik dari kalangan anak muda maupun orang tua.
Suasana di pasar juadah di Kota Sambas (ANTARA/HO-Jumadi)


Seorang pedagang daging, Suryadi, mengatakan harga daging sapi yang ia jual  Rp150.000 per kilogram. Selain itu, ada juga babat yang dijual seharga Rp30.000 per kilogram, dan daging plus tulang dijual seharga Rp100.000 per kilogram, sedangkan tulangnya seharga Rp80.000 per kilogram.

Pedagang itu mengakui adanya kenaikan harga bahan pangan. Daging sapi, daging ayam, sapi, kambing, dan ikan, semuanya naik. Sehingga banyak masyarakat kalangan menengah ke bawah kesulitan membeli untuk persiapan sahur.

Mereka berharap agar harga bahan pangan, terutama daging sapi dan daging ayam, bisa stabil selama Ramadhan, sehingga dapat dijangkau oleh keluarga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Antusiasme masyarakat menyambut Ramadhan, juga ditemui di Desa Kapur, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. 

Pada hari pertama Ramadhan, umat Muslim ramai menuju pasar takjil setempat untuk membeli berbagai macam kue dan gorengan yang tersedia.

"Setiap bulan suci Ramadhan pasti ramai orang yang akan datang ke sini untuk membeli takjil. Kami juga menyediakan berbagai macam kue dan gorengan. Harga yang kami jual mulai dari harga Rp1000-an," ujar salah satu penjual takjil Rini, saat ditemui di desa Kapur, Selasa (12/3).
 
Suasana di pasar juadah di Kota Sambas (ANTARA/HO-Jumadi)


Dia mengatakan, selain menjual takjil, mereka juga menerima titipan kue dari warga sekitar yang ingin berjualan tetapi tidak memiliki tempat untuk berjualan sendiri. Ini sebagai bentuk solidaritas dan kerja sama yang erat antarwarga di Desa Kapur dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh keceriaan dan kebersamaan.

Keberagaman jenis takjil yang ditawarkan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Mulai dari kue tradisional hingga inovasi takjil modern seperti air tahu dan sop buah. Semua tersedia untuk memenuhi selera konsumen. Harga yang terjangkau mulai dari Rp1.000-an juga membuat takjil menjadi pilihan utama masyarakat Desa Kapur untuk berbuka puasa.

Kondisi yang sama saat menjelang buka puasa juga ditemukan di Sambas dan sekitarnya. Berbagai macam jenis kue, gorengan dan minuman banyak dijual di pinggir jalan pasar Sambas. 

"Memang kalau bulan puasa masyarakat banyak yang mencari takjil untuk berbuka apalagi ini adalah buka puasa pertama," kata salah satu penjual takjil di Pasar Sambas, Kartiman.

Jenis penganan berbuka puasa yang ditawarkan di pasar Sambas juga sangat beragam sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat. Takjil yang dijual juga mulai dari kue tradisional hingga kue-kue kekinian yang tampak memenuhi sepanjang pinggiran jalan.  

Pedagang lainnya, Norjam menyatakan masyarakat antusias belanja makanan berbuka puasa, menikmati tradisi memburu takjil seperti biasa. 

"Kami juga merasa senang bisa melayani pembeli dengan lebih leluasa dan tanpa hambatan," ujarnya.
 
Suasana di pasar juadah di Kota Sambas (ANTARA/HO-Jumadi)


Di pasar-pasar tradisional maupun modern, suasana begitu ramai dengan kehadiran para pemburu takjil. Pedagang takjil dengan sigap menyediakan beragam pilihan takjil, mulai dari kolak, es buah, kurma, hingga kue-kue tradisional yang lezat. 

Sementara para pemburu takjil dengan semangat berkeliling dari satu lapak ke lapak lainnya, mencari takjil favorit mereka untuk berbuka puasa.

"Secara umum, pola pembelian takjil masih relatif sama dengan sebelumnya. Namun kami melihat bahwa masyarakat lebih bersemangat untuk membeli takjil dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih beragam," katanya. 

Di desa Sarang Burung Usrat, Sambas, juga terlihat warga ramai berburu takjil untuk berbuka puasa dari anak muda, maupun kalangan orang tua. Berbagi macam jenis gorengan, kue dan minuman yang banyak terjual di pinggir jalan.
 
"Setiap bulan Ramadhan masyarakat desa pasti ramai berburu takjil. Kami menyediakan dari gorengan, kue dan minuman untuk harganya  mulai dari Rp500 sampai dengan Rp5.000-an," ujar salah satu penjual takjil, Devi.

Dia menambahkan banyak juga dari desa lain yang datang membeli takjil untuk berbuka puasa, seperti desa Sarang Burung Kolam, Sarang Burung Kuala dan lainnya.

Tidak hanya banyak berbagai macam ragam kue, goreng dan minuman harga yang ditawarkan juga murah, sehingga banyak menarik perhatian dari masyarakat setempat maupun masyarakat lain.

Hadirnya bulan Ramadhan semoga menjadi kesempatan untuk meningkatkan peluang penghasilan bagi masyarakat Sarang Burung Usrat. Selain itu, di bulan Ramadhan ini semoga menjadi peluang menebar kebaikan dan kebahagiaan, kata pedagang itu.

 

Pewarta: Tim magang Poltesa

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2024