Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengatakan, pihaknya akan melibatkan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Kalimantan Barat (IKAL Kalbar) dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang adil dan berkelanjutan di provinsi itu.
"Saat ini, banyak praktik ilegal yang masih terjadi di sektor pertambangan, hasil hutan, dan komoditas strategis lainnya. Kita ingin bersungguh-sungguh membersihkan praktik mafia SDA yang selama ini merugikan rakyat. Kalbar bukan sekadar objek eksploitasi, tapi subjek penting dalam pembangunan nasional,” kata Krisantus.
Ia menambahkan bahwa kekayaan alam Kalbar harus dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, bukan semata-mata untuk kepentingan korporasi. Untuk itu, para pelaku usaha dan investor diminta menumbuhkan kepedulian dan rasa cinta terhadap Kalbar, agar pembangunan berlangsung secara adil dan berkelanjutan.
"Kalbar ini bukan tempat mencari kekayaan semata, tetapi rumah besar yang kekayaannya harus dipergunakan untuk kemakmuran masyarakatnya," tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD IKAL Kalbar periode 2025–2030, Brigjen Pol (Purn) Rudi Trenggono, menyampaikan bahwa fokus utama kepengurusan adalah memperkuat konsolidasi internal dan membangun kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan ideologi global yang semakin kompleks, terutama di era digital.
Baca juga: Ekonomi Kalbar jangan hanya fokus pada SDA
"Ini periode kedua IKAL Kalbar. Dulu sempat berjalan tapi belum maksimal. Sekarang dengan semangat baru, kami ingin memperkuat kembali nilai-nilai Pancasila yang mulai tergerus, terutama di kalangan generasi muda," katanya.
Menurut Rudi, tantangan nasionalisme saat ini telah berubah. Perang ideologi berlangsung di ruang-ruang digital, sehingga pendekatan konvensional perlu disesuaikan. IKAL Kalbar, kata dia, akan masuk ke sekolah-sekolah, ruang publik, dan komunitas untuk membangun kesadaran berbangsa melalui edukasi yang relevan dan kekinian.
"Pendekatan lama tak lagi efektif. Kami akan gunakan diskusi interaktif, media sosial, dan kajian berbasis komunitas," tambahnya.
Dalam rangka menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah, IKAL Kalbar juga akan menyusun kajian akademis sebagai masukan kebijakan, khususnya dalam isu ketahanan nasional, keamanan perbatasan, migrasi, hingga tenaga kerja.
"Kami bukan pengambil kebijakan, tapi kami ingin hadir sebagai pusat gagasan strategis untuk Kalbar," kata dia.
Rudi juga menekankan pentingnya mengoptimalkan peran para alumni Lemhannas yang berasal dari berbagai latar belakang akademisi, birokrat, aparat keamanan, dan praktisi untuk membangun Kalbar ke arah yang lebih berdaulat dan sejahtera.
"Figur pemimpin di Kalbar banyak, tinggal bagaimana kita mengkonsolidasikan. Alumni Lemhannas adalah kader-kader pemimpin masa depan," katanya.
Baca juga: Kalbar tekankan pentingnya kelembagaan dalam pengelolaan SDA
Editor : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2025