Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan rencana pembangunan jaringan kereta api di Kaltara tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Sesuai arahan Pemerintah Pusat, dalam Pra Musrenbangnas (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional) beberapa waktu lalu, untuk pembangunan kereta api murni dengan anggaran swasta. Investasi swasta,” ujar Kepala Bapperida Kaltara, Bertius, di Tanjung Selor, Kaltara, Sabtu.

Walaupun anggaran dan investasi dari swasta, kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara Bertius, tetapi tetap di bawah koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Kemudian, lanjut dia, untuk bagaimana pembangunan segmen per segmennya di beberapa wilayah, tentu nanti ada tindak lanjut setelah selesai kegiatan Musrenbangnas.

“Musrenbangnas ini kan berlangsung kalau tidak salah sampai tanggal 7 Mei,” ungkapnya.

Tujuan dibangunnya jaringan kereta api di Kaltara atau di Kalimantan, menurutnya, pasti untuk menekan biaya transportasi barang dan orang. Dengan itu, harga-harga barang pun berdampak lebih terjangkau dan murah.

Yang jelas, kata Bertius, pembangunan jaringan kereta api ini menjembatani kondisi pembangunan konektivitas saat ini. Di mana, jika membangun jalan butuh waktu yang cukup lama.

“Kalau dari sisi investasi ya mungkin berimbang saja bangun kereta api dan membangun jalan, tetapi dari sisi kecepatan membangunnya, pasti lebih cepat kereta api,” katanya.

Jadi pembangunan perkeretaapian itu, kata Bertius lagi, merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk membangun konektivitas antarwilayah, khususnya di luar Pulau Jawa yang belum ada moda transportasi kereta api.

“Dipastikan kemarin bahwa pembangunan itu tidak menggunakan anggaran APBD maupun APBN. Tetapi murni diserahkan kepada pihak swasta di bawah koordinasi PT KAI,” ucapnya.

Untuk di Kaltara sendiri, sebutnya, ada pihak swasta yang berminat dan telah menawarkan diri untuk membangun jalur kereta api, yaitu PT Indonesia Transit Synergy (Intra).

“PT Intra sudah paparkan di depan Pak Gubernur dan Ketua DPRD Kaltara. Tentu kita tunggu proses berikutnya. Yang jelas Pemprov Kaltara, Bapak Gubernur dan Ketua DPRD sudah memberikan pernyataan bahwa siap untuk mendukung pembangunan kereta api di Kaltara,” ujarnya.

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang membenarkan bahwa ia telah menerima audiensi PT Intra yang memaparkan tawaran terkait pembangunan jalur kereta api di Kaltara.

“Insya Allah untuk investor kereta api akan masuk di Kaltara. Saya bersama Ketua DPRD Kaltara dan pejabat lainnya beberapa waktu lalu menerima audiensi PT Intra yang berminat berinvestasi di Kaltara,” ujarnya.

Gubernur Kaltara berharap dengan adanya kereta api, seluruh Kaltara bisa terkoneksi dan bisa hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

“Semoga kereta api yang akan dibangun ini nanti terkoneksi sampai di IKN dan mudah-mudahan ke depan akan terkoneksi seluruh Kalimantan dan Malaysia serta Brunei,” harapnya.

Pewarta: Agus Salam

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026