BPS menyatakan nilai ekspor Kalteng Januari-April 2026 tercatat 1.229,54 juta dolar AS yang berarti naik 11,59 persen yakni 127,69 juta dolar AS jika dibanding periode sama pada 2025 sebesar 1.101,85 juta dolar AS.

“Komoditas utama ekspor adalah batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, lignit, kayu lapis, hasil hutan bukan kayu lainnya serta bungkil dan residu," terang Pelaksana Tugas Kepala BPS Kalteng Maria di Palangka Raya, Rabu.

Seluruh ekspor Kalimantan Tengah selama Januari-April 2026 merupakan komoditas non migas. Peningkatan terbesar terjadi pada ekspor hasil pertambangan yang naik sebesar 8,54 persen.

Nilai ekspor hasil tambang pada Januari-April 2026 tercatat sebesar 900,18 juta dolar AS atau berkontribusi 73,21 persen terhadap total nilai ekspor Kalimantan Tengah. Dibanding Januari-April 2025, nilai tersebut naik 70,82 juta dolar AS atau naik 8,54 persen dari 829,36 juta dolar AS.

Komoditas utama ekspor hasil tambang pada periode ini meliputi batu bara, lignit, bijih zirconium, niobium dan tantalum, zirconium silikat serta batu hias dan batu bangunan.

Sedangkan nilai ekspor hasil pertanian adalah 7,32 juta dolar AS. Komoditas utama ekspor hasil pertanian adalah hasil hutan bukan kayu lainnya, getah karet dan sejenisnya, serta tanaman obat, aromatik serta rempah-rempah.

Di sisi lain untuk nilai impor Kalimantan Tengah pada Januari-April 2026 mencapai 15,83 juta dolar AS, naik 13,31 persen atau 1,86 juta dolar AS dibanding periode yang sama 2025 yakni sebesar 13,97 juta dolar AS.

Neraca perdagangan Kalimantan Tengah selama Januari hingga April 2026 tetap mengalami surplus sebesar 1.213,71 juta dolar AS.

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026