"Penurunan produksi jagung diperkirakan karena penurunan luas panen sebesar 8,10 persen, dari 42.621 hektare menjadi 39.168 hektare," katanya.
Sementara untuk produktivitasnya juga mengalami penurunan sebesar 3,60 persen, dari 37,53 kuintal/hektare menjadi 36,18 kuintal/hektare, ujarnya.
"Kalbar hingga saat ini masih menjadi sentra jagung di Kalimantan, yakni sebesar 53,87 persen disusul Kalsel sebesar 40,82 persen; Kaltim 2,52 persen; Kalteng 2,41 persen, dan terendah di Kaltara 0,38 persen," katanya.
Pewarta: AndilalaEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026