Paskah menjadi perayaan yang dinanti-nantikan oleh umat Katholik karena menjadi kesempatan untuk menjalani kehidupan baru setelah berpuasa dan berpantang selama 40 hari.
Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Romo Antonius Benny Susetyo, menegaskan bahwa Paskah bagi umat Katholik dihayati untuk memperbarui iman dan kepercayaan beragama.
Dalam tradisinya, umat Katholik menjalani serangkaian kegiatan Paskah yang dimulai sejak Rabu Abu, awal dimulainya puasa dan pantang selama 40 hari, hingga Minggu Paskah. Dan sepekan menjelang Paskah, umat Katholik memasuki Pekan Suci yang menandakan awal Yesus berkarya hingga penderitaannya di kayu salib.
Dengan rangkaian yang cukup panjang tersebut, maka menjadi wajar jika seluruh umat merayakan Paskah dengan suka cita, termasuk mempersiapkan makanan dan pernak-pernik yang menjadi simbol khas Paskah, seperti telur, kelinci, dan lilin.
Telur lambang kehidupan
Di setiap perayaan Paskah, telur menjadi makanan yang tidak pernah dilewatkan. Tradisi menyiapkan telur Paskah awalnya berasal dari kebiasaan Raja Edward I dari Inggris yang membagikan telur kepada seluruh anggota keluarga kerajaan pada Hari Raya Paskah.
Pada 1307, Raja Edward I memerintahkan pelayannya untuk merebus 450 telur untuk kemudian diwarnai, dihias, dan dibungkus daun keemasan. Telur tersebut dibagikan kepada anak-anak di lingkungan kerajaan sebagai hadiah Paskah bersama dengan hadiah lainnya.
Sementara di Jerman, membagi telur Paskah menjadi utang yang harus dibayar oleh orang tua kepada anak-anak. Bahkan di sejumlah daerah di Jerman menggunakan kulit telur yang masih utuh sebagai hiasan pohon, sehingga mirip seperti pohon Natal.
Di Rusia, Ukraina dan Polandia, umat Katholik memulai jamuan Paskah dengan memakan sebutir telur yang telah diberkati pada Minggu Paskah. Mereka menganggap telur tersebut sebagai berkat setelah berpuasa pra Paskah selama 40 hari.
Telur menjadi lambang kehidupan baru yang diharapkan dapat membawa iman baru bagi umat Katholik setelah melewati masa pra Paskah.
Kelinci Paskah
Kelinci merupakan binatang yang subur karena dalam setahun bisa melahirkan lima kali.
Maka dari itu, hewan tersebut digunakan untuk melambangkan kehidupan baru yang berlimpah berkat.
Kelinci Paskah banyak ditemui di Jerman dan Australia dalam bentuk permen dan coklat.
Lilin Putih
Lilin menjadi benda yang wajib digunakan saat misa malam Paskah. Di awal misa tersebut, sebuah lilin putih besar setinggi 100 hingga 150 sentimeter diberkati oleh pastor dengan sejumlah simbol seperti simbol salib, huruf Yunani, empat nomor yang mengelilingi simbol salib, dan lima titik berwarna merah.
Simbol salib pada lilin Paskah menandakan pengorbanan Yesus yang wafat disalib untuk menebus dosa manusia, sementara lima butiran berwarna merah melambangkan lima luka Yesus sewaktu disalib.
Huruf Yunani berlambang Alfa dan Omega ditempelkan pada lilin Paskah sebagai simbol penanda awal dan akhir kehidupan umat manusia.
Makna Paskah 2012
Sementara itu, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap., menyampaikan bahwa kesempatan Paskah merupakan wujud kasih Yesus terhadap manusia yang tidak ada batasnya.
"Dengan paskah, segala bentuk kekurangan dalam diri kita diterima Yesus dengan penuh kasih," kata Mgr. Situmorang, Sabtu.
Menurut Ketua KWI tersebut, makna perayaan Paskah dapat membawa masyarakat untuk lebih peduli terhadap masalah kemanusiaan yang melanda tanah air.
Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI, Romo Antonius Benny Susetyo, mengatakan bahwa menerjemahkan makna Paskah dalam kehidupan bernegara merupakan tugas para pemimpin negara dalam melayani kepentingan rakyat pada umumnya.
"Dapat memberi contoh bahwa sebagai pemimpin harus mengutamakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat," kata Benny.
Di sektor ekonomi, pemimpin hendaknya mementingkan kepentingan masyarakat dan bukan kepentingan kaum kapitalis saja," kata Romo Benny.
(F013/A11)
