Medan (ANTARA Kalbar) - Indonesia dinilai masih kekurangan pabrik kelapa sawit karena di negara ini baru berdiri sekitar 700-an pabrik di tengah luasan lahan tanaman sawit yang terus bertambah.

"Jika tersedia 7,5 juta hektare lahan sawit dan setiap 7.500 hektare harus ada satu PKS (pabrik kelapa sawit), maka Indonesia butuh 1.000 PKS, sementara yang ada sekarang ini sekitar 700-an pabrik," kata Direktur Utama Fireworks Indonesia--penyelenggara Palmex Indonesia 2012--pameran industri sawit, Susan Tricia, di Medan, Rabu.

Dia mengatakan hal itu pada Pameran Industri Minyak Sawit Palmex Indonesia 2012 yang dibuka Pelaksana tugas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumut, Sabrina.

Sebanyak 100 perusahaan perkebunan, industri, dan peralatan mesin sawit nasional dan asing ikut dalam pameran keempat yang digelar di Medan, 10-12 Oktober, dengan target pengunjung 7.000 orang.

Menurut dia, kalau pun tidak menambah PKS, tentunya kekurangan PKS itu bisa diatasi dengan peningkatan teknologi sehingga selain kapasitas, mutu olahan juga semakin meningkat.

Di Pameran Palmex Indonesia yang diikuti 100 perusahaan dari berbagai perusahaan, pengusaha sawit bisa melihat, belajar dan membeli atau bekerja sama untuk keperluan peningkatan produksi dan mutu kebun dan industri sawit nasional.

(E016)


Editor : Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2026