"Ditemukan bahan peledak baik yang sudah siap maupun yang dalam perakitan," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius di Jakarta, Sabtu.
Ia memaparkan, penggerebekan dilaksanakan di empat lokasi yaitu di Madiun (Jawa Timur), Solo (Jawa Tengah), Bogor (Jawa Barat), dan Palmerah-Kebon Kacang (Jakarta).
Ia juga mengemukakan, di dua lokasi pertama ditemukan sejumlah bahan peledak, baik yang sudah siap maupun masih dirakit, serta buku panduan untuk merakit bom.
Selain itu, di lokasi lainnya juga ditemukan bahan pembuatan dan perakitan bom bersama-sama dengan sejumlah amunisi dan detonator.
Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, sebanyak 11 orang terduga teroris yang ditangkap merupakan bagian dari kelompok baru bernama "Hasmi".
"Hasmi kepanjangan dari Harakat Sunni untuk Masyarakat Indonesia," paparnya.
Kelompok baru tersebut, ujar dia, memiliki empat sasaran yaitu Konjen AS di Surabaya, Kedubes AS di Jakarta Pusat, Plaza 89 yang dekat dengan Kedubes Australia dan kantor Freeport di Jakarta Selatan, dan Markas Komando Brimob Jawa Tengah.
Suhardi juga menuturkan agar warga masyarakat juga dapat bersinergi dengan aparat dalam rangka mengatasi permasalahan terkait teror tersebut.
(M040)
Editor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.