"Mulai besok (Selasa, 6/5) kami tidak akan membayar iuran kebersihan kalau pengurus yang sekarang tidak diganti oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan UKM Kota Pontianak," kata Koordinator Pedagang Pasar Flamboyan Pontianak, Syarif Usman di Pontianak, Senin.
Ia menjelaskan, pedagang enggan membayar iuran kebersihan karena pengurus sekarang tidak transparan dalam hal pengelolaan keuangan, dan terkesan semena-mena dalam memecat petugas kebersihan yang telah menggantungkan hidupnya dari sana.
"Sebelum kepengurusan pengelola pasar diganti, para pedagang tidak perlu bertanya-tanya lagi, cukup masuk ke kantor pengelola pasar sudah bisa diketahui berapa pemasukan dan pengeluaran," kata Usman yang sebelumnya menjabat sebagai bendahara pengelola Pasar Flamboyan.
Usman mendesak, Disperindagkop dan UKM Kota Pontianak segera membubarkan kepengurusan pengelola pasar yang dibentuk secara sepihak oleh Disperindagkop dan UKM.
"Kalau kami dahulu dibentuk berdasarkan aspirasi pedagang," ungkapnya.
Menurut dia, dibentuknya pengurus pasar sekarang karena kedekatan dengan kepala Disperindagkop dan UKM sebelumnya, sehingga syarat dengan kepentingan.
Dalam kesempatan itu, Usman juga menyayangkan arogansi pengurus sekarang yang semena-mena memecat petugas kebersihan. "Masa karena menanyakan kapan pembayaran gaji, petugas kebersihan itu langsung di pecat," katanya.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Pontianak Utin Srilena Candramidi menyatakan pihaknya akan mengkaji dahulu terkait laporan pedagang dan mantan pengurus Pasar Flamboyan Pontianak yang menuding pengurus sekarang tidak transparan dalam pengelolaan keuangan uang retribusi kebersihan.
"Kami tidak bisa serta merta mengganti pengurus sekarang sesuai tuntutan mantan pengurus Pasar Flamboyan yang lama. Kalaupun harus dilakukan penggantian kepengurusan, maka harus dipilih oleh pedagang sendiri," ungkap Utin.
(A057/N005)
Pewarta: Andilala: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026