Jakarta (Antara Kalbar) - Perkembangan kondisi balita bernama Sese (4) asal  dusun Anyang Pal 20 desa Amboyo Utara kecamatan Ngabang semakin berangsur membaik, pasca operasi pemisahan yang dilakukan pada 17 Oktober 2014 di Rumah Sakit Cipto Mangkusumo (RSCM) Jakarta

Kepala Dinas Kesehatan Landak Magdalene Nurainy Sitinjak saat menjenguk langsung di ruang perawatan pada Kamis (6/11), seraya mengikuti pertemuan Dinas Kesehatan dengan Menteri Kesehatan RI di Jakarta.

"Kami bersyukur sekali, keadaan Sese semakin membaik, tadi kita lihat dia semakin sehat dan makan pun mau,"ujar Nurainy saat di konfirmasi melalui telepon, Kamis.

Selain itu, saat ini Sese selain sudah pandai berbicara bahasa indonesia bercampur logat bahasa di Jakarta. Dia juga gemar main game, meski hanya berada di tempat tidurnya

"Dia tadi habis dapat perawatan terapi, dia langsung main game, dia terlihat sangat terhibur, apalagi saat main game," ungkapnya

Ia juga menceritakan Sese saat ini sedang menjalani terapi oleh tim fisioterapi RSCM Jakarta setiap hari, seraya menyembuhkan pasca operasi pemisahan.

"Waktu masih berdempet dengan saudara kembarnya almarhum Sasa, Sese lebih dominan beraktifitas ke kiri, maka dengan terapi ini untuk menormalkan aktifitasnya agar bisa ke kanan,"ceritanya.

Sese saat ini masih dalam monitoring oleh sejumlah tim dokter di RSCM, maka Sese belum di perkenankan pulang, karena selain menjalani terapi. "Sese juga sedang menormalkan berat badan dengan usianya sekarang, tinggal dinaikan 2 Kg lagi,"katanya.

Menurut Nurainy, usia Sese saat ini empat tahun namun hanya memiliki berat badan 9 Kg, seharusnya secara ideal dengan usia anak pertama dari Petrus ini memiliki berat badan 11 Kg.

Terkait masalah pembiayaan, biaya Sese selama menjalani operasi di tanggung oleh pemerintah, seperti untuk operasi pemisahan Sese ditanggung JKN dan biaya obat-obatan di luar tanggungan JKN, ditanggung oleh Pemkab Landak.

Seperti diketahui, Sese lahir mengalami dempet dengan Sasa kembarannya. Tapi Sasa saat 12 hari pasca operasi pemisahan, meninggal dunia karena tidak bisa menahan kondisinya yang tidak memiliki ginjal.



Pewarta: Kundori
Editor : Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2026