Ketapang (Antara Kalbar) - Pendapatan nelayan Desa Blosom Sari, Sungai Tengar, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, dalam beberapa waktu terakhir turun karena cuaca buruk.
Hasil tangkapan nelayan menurun karena  cuaca yang tidak menentu mengingat Kalbar tengah musim pancaroba.
Kondisi ini cukup memprihatinkan.
Saat ini harga ikan cukup menguntungkan terutama menjelang akhir pekan dimana kebutuhan ikan cukup tinggi.
Tetapi karena kondisi musim pancaroba yang tidak menentu menyebabkan pendapatan hasil tangkapan ikan menurun.
Para nelayan biasa mengunakan jaring untuk menangkap ikankembung, puput, selangat dan ikan gelame.
Bila pas cuaca bagus dalam sekali melaut para nelayan dapat memperoleh Rp300ribu - Rp400 ribu perhari.
Tetapi bila musim seperti ini terpaksa untuk modal bahan bakar saja
sulit kembali. Karena itu para nelayan memilih tidak melaut menunggu cuaca baik.
Supardi nelayan Desa Sungai Tengar Kecamatan Kendawangan mengaku menjadi nelayan tidak mudah karena sekarang ongkos keperluan melaut semakin mahal termasuk solar yang mencapai Rp10.000 per liter.
Lebih lanjut Supardi menambahkan, mesin motor dan juga perahu yang sekarang harganya cukup tinggi. Belum lagi alat-alat tangkap ikan seperti jaring, rawai, pelampung dan lain-lain.
Dalam tiga bulan sekali harus diganti karena banyak yang rusak atau berkarat. Dilain pihak kebutuhan hidup juga semakin meningkat," ungkapnya.
Ia berharap ke depan dapat kemudahan dari pemerintah Ketapang terutama pinjaman bagi nelayan karena selama ini tidak mungkin mengntungkan bantuan kepada pemerintah setempat.
Pewarta: johnEditor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.