"Kamu kalau belajar dari jam berapa sampai jam berapa?," tanya Presiden kepada salah seorang siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Tasya (11), siswi Sekolah Dasar di Paotere.
Tasya yang hari itu mengenakan seragam sekolah dasarnya menjawab, "dari jam tujuh malam sampai sepuluh malam pak."
"Kamu tidak nonton televisi malam?," tanya Kepala Negara diikuti dengan senyum.
"Tidak pak, saya tidak nonton televisi malam," kata Tasya diikuti dengan tawa dan tepuk tangan masyarakat yang mengikuti acara tersebut.
Presiden kemudian menegaskan kalau ingin menjadi anak yang pintar maka memang harus belajar dengan keras termasuk konsentrasi saat belajar di rumah.
"Kalau mau pintar memang harus belajar, kalau perlu ditambah (jam belajarnya-red) saat subuh, jangan nonton televisi saja, apalagi sinetron," kata Presiden memberikan rahasianya menambah jam belajar agar lebih bisa memahami pelajaran.
Presiden kemudian juga bertanya kepada penerima KIP lainnya, Syahrul (9) siswa sekolah dasar lainnya mengenai hal yang sama.
"Saya belajar dari jam delapan malam sampai.......jam sembilan," jawab Syahrul dengan jujur.
"Nah ini, kok belajarnya hanya dari jam delapan malam sampai jam sembilan. Ayo lebih giat, kalau tidak bagaimana bisa jadi gubernur nanti kalau sudah besar," kata Presiden diikuti tepuk tangan dan tawa hadirin yang datang termasuk Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.
Pewarta: Panca Hari PrabowoEditor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.