Acara yang diprakarsai Code4Nation itu dibuka oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang disiarkan secara jarak jauh dari Bandung, Jawa Barat. Secara keseluruhan, ada 1.700 tim yang ikut di Hackathon Merdeka 2015.
"Ini merupakan rekor baru, karena rekor sebelumnya di Amerika Serikat pada tahun 2013 yang diikuti 1.200 tim," ujar Ridwan Kamil. Pelaksana bekerja sama dengan Telkom selaku penyedia infrastruktur.
Sementara Koordinator Telkom Kalimantan Suhardiman Ismail menambahkan, ajang yang didukung Telkom itu untuk mencari tunas-tunas muda yang mampu membangun aplikasi di dunia maya.
"Kami yakin, tunas-tunas muda Indonesia sangat mampu untuk membangun aplikasi-aplikasi baru," Kata Suhardiman Ismail.
Ia mencontohkan aplikasi "Traveloka" atau "Go Jek", dibuat oleh orang Indonesia. "Situs aplikasi itu dibangun dan dibuat di Indonesia," ungkap dia. Ia menambahkan, ada dampak ikutan kalau aplikasi tersebut dibuat dan dibangun di Indonesia. "Dengan 80 juta pengguna internet di Indonesia, Indonesia jangan hanya menjadi penikmat aplikasi yang sudah ada di dunia," ujar dia.
Tahun lalu, tema Hackathon adalah pangan. "Aplikasi yang dihasilkan, sudah mulai dipakai tahun ini. Untuk tahun ini, temanya adalah kependudukan dan kependidikan," kata Suhardiman.
General Manajer Telkom Kalbar Abdul Hamid Arrozi menuturkan, aplikasi yang dihasilkan diharapkan dapat menciptakan sistem yang digunakan secara mudah oleh masyarakat. "Selain tampilan yang mudah digunakan, juga tampilan yang menarik," ujar Arrozi.
Tim asal Kalbar yang ikut dua diantaranya dari Fakultas Teknik Untan, satu dari BPS Kabupaten Melawi. Mereka akan bekerja selama 24 jam untuk menghasilkan aplikasi.
"Semoga nanti mampu menghasilkan aplikasi-aplikasi kreatif yang dapat digunakan secara menyeluruh di Indonesia," kata Arrozi.
Editor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.