Fatur, warga setempat mengatakan, kebakaran lahan diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan mulai membesar setelah sholat Isya.
"Diduga api berasal dari puntungan rokok yang sengaja dibuang oleh warga," kata Fatur. Dia mengetahui, api itu mulai membesar, saat dirinya usai melaksanakan sholat Isya.
"Saya lihat, api mulai membesar di tengah-tengah lahan," ujarnya.
Menurutnya, lahan yang terbakar itu merupakan lahan yang baru saja dibuka pemiliknya dengan cara di tebas. "Mungkin rumput yang sudah kering itu apabila terkena api dapat menimbulkan kebakaran seperti sekarang ini," ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolda Kalimantan Barat, Brigjen Polisi Arief Sulistyanto, mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan "Zero Hotspot" sepanjang tahun 2016 dengan tidak membakar lahan. "Saya tekankan agar di tahun 2016 jangan sampai ada hotspot (titik api) khususnya di wilayah Kalbar," katanya.
Pewarta: RudiEditor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.