Putussibau (Antara Kalbar) - Harga daging sapi di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat pada H-1 Idul Fitri 1437 Hijriyah semakin tidak terkontrol hingga mencapai Rp170 ribu per kilogram.
Lonjakan harga daging sapi di pasaran tersebut sudah sering kali dikeluhkan warga setempat, meskipun daging sapi masih diserbu pembeli sejak beberapa hari belakangan.
"Mau diapakan lagi, pedagang sudah menjual dengan harga segitu kita sebagai masyarakat tidak bisa berbuat banyak, biar mahal terpaksa dibeli yang penting barangnya ada," kata Sumi (46) warga Putussibau usai membeli daging sapi di Pasar Pagi Putussibau, Selasa.
Dikatakan Sumi dirinya cukup kecewa dengan Pemerintah yang tidak bisa mengatasi harga tersebut, sebab menurut Sumi tidak hanya daging sapi yang mahal.
Daging ayam juga saat ini mencapai Rp55 ribu per - kilogram, belum lagi harga sembako, seperti gula, telur dan kebutuhan pokok masyarakat saat lebaran.
Hal senada juga diungkapkan Ahmad Ruslan warga Putussibau, bahwa selama ini pihak pedagang sesuka hati menaikan harga, apalagi menjelang hari - hari besar seperti ini. Yang aneh kata Ruslan Pemerintah Daerah justru tidak bisa mengontrol harga - harga tersebut." Jikapun Pemerintah Daerah melakukan sidak pasar itu hanya kegiatan seremonial,tidak ada tindakan tegas bagi pedagang nakal yang sesuka hati menaikan harga sembako,"jelasnya.
Sementara itu,Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkkop) Kapuas Hulu, Abang Chairul Saleh mengungkapkan Pemerintah Daerah sudah melakukan beberapa langkah sebelumnya, seperti turun langsung kepasar dan melakukan operasi pasar murah daging sapi.
"Pemerintah Daerah sudah menyiapkan empat ekor sapi dan melakukan pasar murah daging sapi yang dijual hanya seharga Rp100 ribu per - kilogramnya," jelas Chairul.
Dijelaskan Chairul, empat ekor sapi tersebut diserahkan kepada Kelurahan Putussibau Kota, kelurahan Hilir Kantor, Kelurahan Kedamin Hulu dan Kelurahan Kedamin Hilir dengan sasaran pasar murah daging sapi itu diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mampu.
"Kita tahu harga daging di pasar cukup tinggi, untuk itu Pemerintah Daerah melalui kebijakan Bupati menggelar pasar murah daging sapi, dengan harapan masyarakat yang tidak mampu terbantu dan bisa merayakan hari Raya Idul Fitri seperti masyarakat yang lainnya," tutur Chairul. :09
Pewarta: TimotiusEditor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.